Category Archives: Uncategorized

EpilogAku

Hujan lambat lambat tidak menghalangi indahnya matahari terbenam. Suara ombak kejauhan seakan paham gemuruh yang hadir di dalam hati Indra.

Indra hanya duduk di pinggir pantai, sesekali kakinya bertemu dengan ombak. Ia merenungi semua hal yang baru saja terjadi, seperti kolase film yang tak putus putus berputar.

Marry yang sudah melihatnya sejak hujan turun deras akhirnya memutuskan untuk menghampirinya.

 

“Lucu ya, padahal lagi hujan tapi sunset tetap terlihat. Semesta tampaknya sedang menghiburmu,” ujar Marry membuka percakapan.

Indra masih tidak bergeming dari tempat duduknya. Menolehpun dia enggan. “Jadi kau yang mengirimnya?” Tanya Indra. “Ya,” jawab Marry singkat.
“Untuk apa? Memberi pelajaran kepadaku?” Indra akhirnya bangkit.
“Aku hanya ingin membantu Greg” air mata mulai mengembang di sudut mata Marry. Mendengar perkataan Marry Indra semakin marah, tapi dia memilih diam dan kembali duduk di singgasananya.

“Pergilah,” ucap Indra lemas.
Akhirnya tangis Marry pecah dalam diam. Dia tahu bahwa Indra berhak marah kepadanya, tapi semua yg ia lakukan hanya untuk kebaikan Indra. “Aku pernah pergi darimu satu kali, tapi aku tidak akan pergi untuk kedua kalinya” jawab Marry.
“Meskipun aku memaksa?”

“Ya,”
“Aku mencintainya Marry”
Aku tahu”
“Demi Tuhan, Aku sangat mencintainya”
“Dibandingkan aku?”
“Aku jauh lebih banyak mencintainya dibandingkan aku mencintaimu. Cintaku padamu usai ketika kau pergi meninggalkan aku”
“Tapi dia juga meninggalkanmu”
“Bukan, aku lah yg meninggalkan dia..”ย mereka terdiam sesaat.

Suara ombak masih memenuhi senja itu. Langitpun mulai gelap.
“Tahukah kau, disinilah aku melamarnya. Memintanya menjadi istriku dihadapan matahari terbenam,”

“Aku tidak tahu kau seromantis itu” mendengar ucapan Indra Marry terkejut, bahkan Indra tidak pernah melamarnya.
“Tapi dia malah berkata ‘aku sudah menikah’. Saat itu Aku merasa marah, merasa bodoh. Mengapa informasi sepenting itu aku lewatkan. Aku bisa saja mengajaknya pergi meninggalkan suaminya, tapi nampaknya perasaannya tidak sama denganku. Aku terlalu bodoh Marry”

Marry duduk di sebelah Indra, memeluknyaย  dengan paksa.
“Aku tetap akan menunggumu,” bisik Marry. “Kalau begitu kau lebih bodoh dariku,” jawab Indra datar. “Setidaknya aku tidak akan kehilangan mu, tidak untuk kedua kalinya, ” ucap Marry mantap.

Advertisements

Kisah Sedih di hari Jumat

Hari ini ulang tahun Melody, tapi hati ini rasanya pilu banget melihat timeline facebook. Dari kemarin cuma jadi pengamat, berbicara dalam hati, kok bisa jadi begini?

Teringat buku mengenai kasus 98 yang saya baca ketika duduk di kelas 6 SD. Sedih sedih ceritanya, dan memang ditulis oleh teman teman etnis tionghoa. Dari buku itu saya belajar bahwa isu SARA adalah hal yang sangat sensitif yang sebaiknya tidak kita umbar. Sehingga saya belajar untuk menghargai semua orang tanpa melihat dia suku apa agama apa ras apa, bukankah damai itu indah? Bahkan ketika saya kuliah dan bekerja di lingkungan yang sangat beragam, saya merasa nyaman nyaman saja.

Tapi entah bagaimana ceritanya ketika Pak Jokowi & Pak Ahok maju ke Jakarta isu SARA yang berhasil kita semua redam mencuat kembali. Saling sindir hina berantem antar agama suku atau bahkan sesama agama sendiri kerap terjadi. Hati hati kita seperti sumbu bahan peledak yang pendek. Lama kelamaan saya meresapi arti bahwa pembicaraan mengenai Suku Agama dan Ras adalah hal yang sangat tabu di negara kita yang bhineka ini. Bahkan Lebih tabu dari pembicaraan seputar sex.

Hari ini saya ditunjukan akibat dari diskusi panjang mengenai suku agama dan ras : mulai perang statement antar agama.

Itulah yang membuat saya sedih.

Apa yang ada di otak orang yang ngerekam video itu? Apa yang ada di otak orang yang SHARE video itu pertama kali sampai jadi viral dan berbuntut panjang begini!! Kalau ketemu saya kemplang itu orang, bikin susah orang aja!

Terlebih lagi apa yang ada di otak orang yg ngomong itu? Bukankah masih banyak jokes jokes garing lainnya? Kurang ice breaker?

For God Sake!

Akhirnya apa??

Orang2 keburu kesulut emosinya.

Bayangkan :

Agama lain berbicara mengenai agama lain dalam balutan becandaan. Ditambah lagi orang itu Public Figure.

Rame dah!

Kalau bisa ketemu sama yang share video dan yang ngomong saya suruh skotjam sambil bersihin kali ciliwung mereka!

Dua dua nya orang dewasa, tapi sama sama gak bisa berpikir jernih. Apa perlu disiram sprite dulu?!

Akibatnya apa, JADI PERANG STATEMENT ANTAR AGAMA.

Saya sedih banget melihatnya. Yg Islam pro demo bombardir berita demo. Yang islam gak pro demo dan non muslim jengah akhirnya mulai share kontra nya. Ini udah lebih bahaya dari sekedar perang antar pendukung presiden. Entah udah berapa postingan saya lihat hari ini minta ijin unfollow gara gara beda pendapat.

Ayuk kita semua tenangkan diri. Jauhi berita berita sensitif dulu, atau jauhi facebook dulu. Yang Islam coba puasa share berita demonya, kita doa dalam diam. Yang gak pro demo nonmuslim juga coba tenangkan hatinya dan jempolnya, maafkan kalau postingan2 mengenai demo ini membuat kalian jengah kesal dan sebal. Maaf juga kalau demo hari ini membuat aktivitas kalian terganggu. Tapi demo kali ini bukan mengenai islam vs agama di luar islam kok. Kita semua tetap bersaudara, sebangsa setanah air Indonesia.

Bhinneka Tunggal Ika

#prayforNKRI

#prayforIndonesia

 

 

KLAIM BPJS

Yang paling ditunggu tunggu ibu ibu resign adalah klaim bpjstk aka jamsostek. Lumayan banget nilainya. Saking lumayannya apa apa musti tunggu bpjs cair

Beli HP kakek – tunggu bpjs cair

Beli baju melody – tunggu bpjs cair

Beli baju renang daddy – tunggu bpjs cair

Masak ayam korea – tunggu bpjs cair

Potong rambut – tunggu bpjs cair

Dan masih banyak daftar lainnya yang harus dipenuhi oleh si Saldo BPJSTK ini ๐Ÿ˜‚.

Anyway, pengalaman saya mencairkan bpjs itu susah susah gampang. Iya nyesel banget kenapa gampangnya belakangan ๐Ÿ˜‚.

Jadi suatu siang saya menelpon halo bpjstk untuk nanya apa saja syarat-syarat dan prosedur pencairannya. Sebenarnya sudah banyak info lalu lalang di internet yah, tapi males aja kalau ada yg kurang, jadi ngerasa aman aja kalau nelpon operator langsung. sama aja kayak mau ujian, udah punya kisi kisi yang mau keluar, tapi tetep fotokopi slide dosen dan catatan teman berpuluh puluh ribu rupiah cuma buat ngerasa aman aja ๐Ÿ˜.

Oke dari si operator didapatlah syarat pencairan bpjstk bagi pegawai resign yang sudah tidak bekerja lagi, diantaranya :

1. Parklaring

2. Surat dari HRD ke Disnaker yg menyatakan bahwa peserta mengundurkan diri

3. KTP

4. KK

5. Kartu Jamsostek

6. Fotokopi bagian depan buku tabungan

Kebetulan syarat sudah lengkap, tinggal eksekusi saja. Saya tanya lah caranya bagaimana. Dengan santai si mbak operator menjawab “Ibu tinggal datang ke cabang terdekat dan membawa berkasnya”. Gancil lah ya.

Besok paginya datanglah saya ke kantor BPJSTK yg di Jalan Pemuda. Saya lihat banyak kerumunan di depan satpam. Ternyata oh ternyata kerumunan itu adalah segerombolan orang yg kecewa tidak bisa mencairkan BPJSTK nya hari itu juga sebab BPJSTK RAWAMANGUN HANYA MENERIMA E-KLAIM, tidak menerima pencairan secara manual.

Bayangkan betapa kecewanya ibu beranak satu ini. Sudah buang pulsa telpon operator, pagi pagi sudah berangkat bawa bawa anak, eeeh tak bisa di klaim pula. Mau marah sama siapa coba? Kalau tau siapa operatornya, udah saya datengin minta ganti rugi ongkos uber dan pulsa telpon (mamah minta pulsa ๐Ÿ˜‚). Ini ibarat kamu udah fotokopi slide 50 ribu, sudah baca dan hapalin semua slide, tapi ujiannya open book, open internet pula ๐Ÿ˜ฅ.

Informasi selanjutnya yang saya terima dari pak Satpam sangatlah berharga.

1. BPJSTK yg menerima pencairan manual hanya kantor yg besar saja, saya ingat di bapak menyebut nama BPJSTK Salemba. Kantor bpjstk yang kecil hanya menerima EKLAIM.

2. Pencairan BPJSTK secara manual bisa dilakukan di bank rekanan seperti BNI Pemuda rawamangun, BJB Pulogadung, BJB Cakung. Di kantor bpjstk ada listnya. Kurang lebih ada 10 cabang bank yang bekerja sama.

Berbekal informasi tersebut, saya napsu untuk mencairkan ke bank. Apalagi di deket Kantor BPJSTK Rawamangun ada BNI, langsung lah saya ke sana.

Sesampainya di BNI, saya tanya ke satpam, apakah bisa mencairkan bpjstk di sini, kemudia pak satpam memberikan kisi-kisi prosedur pencairan bpjstk di BNI

1. Peserta datang jam 5.30 untuk mengambil nomor antrian

2. Keesokan harinya baru peserta bisa menyerahkan dokumen sesuai jam operasional bank.

3. Setiap hari dibatasi yg boleh klaim bpjs.

Tidak puas dengan BNI, saya berpindah ke bjb PTC. Ternyata prosedurnya sama persis seperti BJB. Mau gimana lagi, akhirnya siang itu saya mengobati kekecewaan saya dengan makan hokben.

Oleh karena prosedur klaim BPJSTK yang super merepotkan untuk ibu beranak satu ini, jadilah saya memilih prosedur E-KLAIM.

Tunggu keseruan EKLAIM BPJSTK dan tips n trik nya di post selanjutnya yaa

 

Love,

Seritaro

 

 

Perjalanan MPASI Melody

Sore ini adalah momen yang patut diabadikan. Melody berhasil makan 5 sdm dalam waktu 15 menit dan di kursi makan!!! Yeaaaayyyyy!!!

Girang banget ibu nya โ˜บ. Apalagi pas si kakek ngomong “kok kayaknya melody gemuk lagi ya? Udah mau makan?”. Dengan bangga ibu menjawab “udah dong keek!” (Mudah2an besok tetep pinter makan ya nak!)

Perjuangan memberi makan dimulai ketika kakak gue ngomong suatu sore “gak mau makan nih sama gak mau nyusu”. Buat emak emak galau model gue gini, anak gak mau makan sama horornya kayak gajian mundur 1 hari saat duit di atm cuma 49 ribu.

Sejak pernyataan kakak gue itu, tiap sore melody gue kasih makan. Simple aja, pisang dan biskuit diairin (maafkan ibu mu yang pemalas ya nak ๐Ÿ˜‚). Awalnya memang berontak, tapi ibu gak habis akal. Sambil makan sambil disetelin nursery rhyme dari youtube. Inilah kesalahan pertama saya sebagai emak galau. Mindset saya adalah “yang penting anak makan”. Padahal seharusnya anak makan dengan cara yang benar.

Kemauan makan melody sambil nonton nursery rhyme tidak bertahan lama. Semakin dia besar, emosinya semakin berkembang. Dia mulai tidak menyukai rutinitas makan sambil nonton video. Dengan demikian kesalahan kedua saya lakukan adalah memberikan instant meal. Adalah itu satu instant meal lokal ya rasanya mirip banget indomi. Wah lahap deh melody kalau makan itu! Saya terlena, sampe stok berkardus2. Eeeh setelah kenal itu mecin, melody jadi gak mau homemade mpasi lagi bu ibu ๐Ÿ˜…. Racun banget emang! Si mpasi instant itu emang teksturnya oke punya sih dibandingkan kompetitor dia, tapi mom mecin nya mom sedap banget. Mana mau lah anak kita sama masakan no gulgar. Fiuh! Melody hampir setiap hari makan bubur instan itu, sampai umur 8 bulan. Kenapa? Soalnya tiap dikasih bubur usia 8 bulan melody muntah dong. Teksturnya masih terlalu kasar.

Pusing lagi? Jelas pusing lagi.

Oh ya, selain makan mpasi instant, saya juga menerapkan sistem “memaksa anak makan”. Hal ini juga dilakukan oleh kakak saya, karena mindset kami berdua adalah “yang penting melody makan”.

Kombinasi dari dua hal ini membuat melody menolak makan. Lihat sendok histeris. Asal diajak makan nangis. Dasar saya tipikal orang indonesia, baru belajar kalo udah salah, saya baru baca2 teori mpasi setelah melody trauma ๐Ÿ˜ฅ. Jawabannya adalah : jangan memaksa anak makan. Karena makan ini akan jadi rutinitas dia setiap hari sampai dia tua. Memaksa dia makan hanya membuat dia trauma. Duh! Hati saya teriris bacanya. Kasihan kamu nak ๐Ÿ˜ข.

Saya bertekad utk memperbaiki cara makan anak saya. Saya mulai baca2 materi blw (self-feeding baby) dan langsung mengaplikasikannya tanpa pikir panjang.

STARTING BLW

Senjata utama BLW adalah kursi makan . Saya kemudian membeli itu booster seat dan saya mulai memberikan makan melody dengan finger food. She likes it! Puding roti adalah favorit dia. It means she eat bread puding all the time! Bukannya saya gak masak yg lain ya, setiap makan saya pasti sediakan tiga alternatif makanan. Yg diterima cuma puding roti aja. Durasi makan juga hanya sebentar karena melody bosenan. Berkat metode blw ini asupan melody kurang banget. Apalagi ditambah dia yg gak mau nyusu botol. She’s starving all the time. Gara2 lapar berkepanjangan melody jadi nangis terus. Stress banget loh mom! Kejadian ini berlangsung pas libur lebaran. Dia menjadi kurus seketika. Ketiks ditimbang, beratnya cuma bertambah 100 gram saja dalam waktu 6 minggu. Hiks hiks

Pasca Resign
Anyway, setelah lebaran saya pun resign. Dari sini saya bertekad utk bisa membuat suasana makan yg menyenangkan bagi melody. Saya mikir keras, menganalisa (cailah) sebab melody gak mau makan. jawabannya :

1. Di usia sekarang (8 mo) katanya anak2 memang rada susah makan karena mereka sudah mulai eksplorasi lingkungan sekitar (misal : merangkak merembet bermain).

2. Dari semua masakan saya, melody paling suka sama masakan tidak berbumbu.
Gara2 promina, saya masakin mpasi melody pakai slow cooker mom. Wuih kaldu pakai slow cooker itu maknyus banget kan ya. Terus apalagi kalau pake bawang, wangi bawangnya sampai RT sebelah ๐Ÿ˜‚. Ee tapi yg enak2 gini melody gak suka. Asal disuapin, pasti nangis ngamuk haha. Menu yg dia suka itu yg minimalis misalnya bubur nasi pakai santan & daun salam. Lauknya yg simple kayak ati, tahu, tempe, ayam dan ditambah sayur2an.

Dengan 2 hipotesis diatas saya mulai mengajari melody makan. Pertama saya ajak dia makan sambil bermain, baik itu makan besar maupun snack. Saya ikutib kemana dia merangkak terus saya suapin. Porsinya juga masih 2 sdm saja, itupun sering gak habis. Saya ajak dia makan selama satu jam. Habis gak habis, waktunya selesai.

Begitu dia menikmati makan, saya ajak dia makan snack di kursi makan. Kalau snack dia cepet banget mom, gak sampai 5 menit. Snack saya biasanya agar atau buah.

Porsi makan saya naikin terus, sampai sekarang porsi sudah 4 sdm. Frekuensi makan 3x sehari dan 2 x snack. Suprisingly, waktu dia menghabiskan makanan semakin cepat. Dari 1 jan jadi 30 menit jadi 15 menit. Begitu sudah mencapai 15 menit, saya ajak makan di kursi makan.

Kenapa? Karena Melody dan bayi bayi pada umumnya itu bosenan. Melody cuma mampu bertahan anteng dalam satu aktivitas paling lama 15 menit, lebih dari itu udah ngamuk ๐Ÿ˜ด.

Begitulah kisah panjang mpasi melody. Ini baru satu bab : membuat melody suka makan. Masih panjang perjalanannya, naik tekstur aja belom ๐Ÿ˜ฅ.

Intinya mindset ibu saat pengenalan MPASI itu bukan berapa banyak asupan yang didapat tapi apakah metode makan sudah sesuai. Makan di kursi, face to face, menu bervariasi dan nutrisi lengkap. Hati hati pilih mpasi instan, karena ada mpasi instant yg
rasanya enaaak banget, anak bisa jadi nolak mpasi homemade nya.

Kenapa sih harus mpasi homemade? Soalnya kan kalau anak udah bisa makan, masa iya mau kita kasih bubur bayi instant terus? Mau sampai umur berapa? Kan seharusnya makanan anak sama seperti makanan ibu bapaknya. Masak emak bapaknya makan sop iga anaknya makan sop pr**ina ๐Ÿ˜‚.

Sore ini adalah momen yang patut diabadikan. Melody berhasil makan 5 sdm dalam waktu 15 menit dan di kursi makan!!! Yeaaaayyyyy!!!

Girang banget ibu nya โ˜บ. Apalagi pas si kakek ngomong “kok kayaknya melody gemuk lagi ya? Udah mau makan?”. Dengan bangga ibu menjawab “udah dong keek!” (Mudah2an besok tetep pinter makan ya nak!)

Perjuangan memberi makan dimulai ketika kakak gue ngomong suatu sore “gak mau makan nih sama gak mau nyusu”. Buat emak emak galau model gue gini, anak gak mau makan sama horornya kayak gajian mundur 1 hari saat duit di atm cuma 49 ribu.

Sejak pernyataan kakak gue itu, tiap sore melody gue kasih makan. Simple aja, pisang dan biskuit diairin (maafkan ibu mu yang pemalas ya nak ๐Ÿ˜‚). Awalnya memang berontak, tapi ibu gak habis akal. Sambil makan sambil disetelin nursery rhyme dari youtube. Inilah kesalahan pertama saya sebagai emak galau. Mindset saya adalah “yang penting anak makan”. Padahal seharusnya anak makan dengan cara yang benar.

Kemauan makan melody sambil nonton nursery rhyme tidak bertahan lama. Semakin dia besar, emosinya semakin berkembang. Dia mulai tidak menyukai rutinitas makan sambil nonton video. Dengan demikian kesalahan kedua saya lakukan adalah memberikan instant meal. Adalah itu satu instant meal lokal ya rasanya mirip banget indomi. Wah lahap deh melody kalau makan itu! Saya terlena, sampe stok berkardus2. Eeeh setelah kenal itu mecin, melody jadi gak mau homemade mpasi lagi bu ibu ๐Ÿ˜…. Racun banget emang! Si mpasi instant itu emang teksturnya oke punya sih dibandingkan kompetitor dia, tapi mom mecin nya mom sedap banget. Mana mau lah anak kita sama masakan no gulgar. Fiuh! Melody hampir setiap hari makan bubur instan itu, sampai umur 8 bulan. Kenapa? Soalnya tiap dikasih bubur usia 8 bulan melody muntah dong. Teksturnya masih terlalu kasar.

Pusing lagi? Jelas pusing lagi.

Oh ya, selain makan mpasi instant, saya juga menerapkan sistem “memaksa anak makan”. Hal ini juga dilakukan oleh kakak saya, karena mindset kami berdua adalah “yang penting melody makan”.

Kombinasi dari dua hal ini membuat melody menolak makan. Lihat sendok histeris. Asal diajak makan nangis. Dasar saya tipikal orang indonesia, baru belajar kalo udah salah, saya baru baca2 teori mpasi setelah melody trauma ๐Ÿ˜ฅ. Jawabannya adalah : jangan memaksa anak makan. Karena makan ini akan jadi rutinitas dia setiap hari sampai dia tua. Memaksa dia makan hanya membuat dia trauma. Duh! Hati saya teriris bacanya. Kasihan kamu nak ๐Ÿ˜ข.

Saya bertekad utk memperbaiki cara makan anak saya. Saya mulai baca2 materi blw (self-feeding baby) dan langsung mengaplikasikannya tanpa pikir panjang.

STARTING BLW

Senjata utama BLW adalah kursi makan . Saya kemudian membeli itu booster seat dan saya mulai memberikan makan melody dengan finger food. She likes it! Puding roti adalah favorit dia. It means she eat bread puding all the time! Bukannya saya gak masak yg lain ya, setiap makan saya pasti sediakan tiga alternatif makanan. Yg diterima cuma puding roti aja. Durasi makan juga hanya sebentar karena melody bosenan. Berkat metode blw ini asupan melody kurang banget. Apalagi ditambah dia yg gak mau nyusu botol. She’s starving all the time. Gara2 lapar berkepanjangan melody jadi nangis terus. Stress banget loh mom! Kejadian ini berlangsung pas libur lebaran. Dia menjadi kurus seketika. Ketiks ditimbang, beratnya cuma bertambah 100 gram saja dalam waktu 6 minggu. Hiks hiks

Pasca Resign
Anyway, setelah lebaran saya pun resign. Dari sini saya bertekad utk bisa membuat suasana makan yg menyenangkan bagi melody. Saya mikir keras, menganalisa (cailah) sebab melody gak mau makan. jawabannya :

1. Di usia sekarang (8 mo) katanya anak2 memang rada susah makan karena mereka sudah mulai eksplorasi lingkungan sekitar (misal : merangkak merembet bermain).

2. Dari semua masakan saya, melody paling suka sama masakan tidak berbumbu.
Gara2 promina, saya masakin mpasi melody pakai slow cooker mom. Wuih kaldu pakai slow cooker itu maknyus banget kan ya. Terus apalagi kalau pake bawang, wangi bawangnya sampai RT sebelah ๐Ÿ˜‚. Ee tapi yg enak2 gini melody gak suka. Asal disuapin, pasti nangis ngamuk haha. Menu yg dia suka itu yg minimalis misalnya bubur nasi pakai santan & daun salam. Lauknya yg simple kayak ati, tahu, tempe, ayam dan ditambah sayur2an.

Dengan 2 hipotesis diatas saya mulai mengajari melody makan. Pertama saya ajak dia makan sambil bermain, baik itu makan besar maupun snack. Saya ikutib kemana dia merangkak terus saya suapin. Porsinya juga masih 2 sdm saja, itupun sering gak habis. Saya ajak dia makan selama satu jam. Habis gak habis, waktunya selesai.

Begitu dia menikmati makan, saya ajak dia makan snack di kursi makan. Kalau snack dia cepet banget mom, gak sampai 5 menit. Snack saya biasanya agar atau buah.

Porsi makan saya naikin terus, sampai sekarang porsi sudah 4 sdm. Frekuensi makan 3x sehari dan 2 x snack. Suprisingly, waktu dia menghabiskan makanan semakin cepat. Dari 1 jan jadi 30 menit jadi 15 menit. Begitu sudah mencapai 15 menit, saya ajak makan di kursi makan.

Kenapa? Karena Melody dan bayi bayi pada umumnya itu bosenan. Melody cuma mampu bertahan anteng dalam satu aktivitas paling lama 15 menit, lebih dari itu udah ngamuk ๐Ÿ˜ด.

Begitulah kisah panjang mpasi melody. Ini baru satu bab : membuat melody suka makan. Masih panjang perjalanannya, naik tekstur aja belom ๐Ÿ˜ฅ.

Intinya mindset ibu saat pengenalan MPASI itu bukan berapa banyak asupan yang didapat tapi apakah metode makan sudah sesuai. Makan di kursi, face to face, menu bervariasi dan nutrisi lengkap. Hati hati pilih mpasi instan, karena ada mpasi instant yg
rasanya enaaak banget, anak bisa jadi nolak mpasi homemade nya.

Kenapa sih harus mpasi homemade? Soalnya kan kalau anak udah bisa makan, masa iya mau kita kasih bubur bayi instant terus? Mau sampai umur berapa? Kan seharusnya makanan anak sama seperti makanan ibu bapaknya. Masak emak bapaknya makan sop iga anaknya makan sop pr**ina ๐Ÿ˜‚.

Ingin rasanya aku berjalan pada sudut yang lapang. Menikmati hingar bingar dari kejauhan. Duduk sendiri memandangmu dalam dekapanku. Kau sangat menyukai kehangatanku. Aku sangat menyukai senyumu.

Kau tahu, aku penyuka hingar bingar. Hidupku penuh dengan lembar bunga bunga. Tak habis lah bila kukisahkan semua kisahku sepanjang malam. Sebelum kamu, akulah si jangkrik rumput. Kecil tak berdaya, namun aku bebas kemana saja. Aku tahu tujuanku dan aku siap meraih semuanya.

Aku merencanakan hidupku jauh sebelum kamu, sejauh malaikatku berujar “ambilah daun tertinggi itu, maka kau tak akan terinjak seperti aku”. Aku selalu memohon dalam doa yang pasti aku percaya Si Pemilik akan berikan kepadaku —- dan nyatanya memang Dia berikan kepadaku apa apa yang kuminta. Aku egois dalam meminta, kau tahu. Karenanya hidupku benderang, aku bisa menatap masa depan.

Akupun meminta kamu dengan egois. Aku egois pada diriku sendiri. Tanpa kusadari keegoisanku yang membentuk aku menjadi elang yang hanya mampu bersarang. Aku kuat, namun aku lemah terhadapmu. Aku tak kuasa membiarkanmu di sangkarku sementara aku keluar memamerkan cakarku pada cakrawala. Hidupku buram semenjak itu.

Seketika aku merasa seperti sedang terhalang kaca kaca tebal, aku bisa melihatmu dan diriku, tapi aku tak tau seperti apa rupa kita nanti. Apakah kau berbaju seindah saat ini. Apakah aku setangguh ini. Seperti apa sangkar kita nanti pun aku tak tahu. Apakah aku masih menjadi elang? Atau aku sama tak berdayanya seperti rumput rumput liar yang dimangsa rusa.

Aku terisak setiap malam, menangisi setiap ketakutanku. Aku takut mematahkan sayapku dan bertengger seumur hidup bersamamu. Aku takut kamu bosan akan ketidakberdayaanku.

Namun sejenak Si Pemilik sedang menyiapkan rupa baruku, biarlah kita pergi dari hingar bingar. Menepi ke tanah lapang, memandang hari ke depan yang semakin buram. Biarkan aku mendekapmu hangat, mencium aroma manismu, menunggu Imam kita datang membawa manisan dari Tuhan.

Aku mencintaimu, sepertinya itu cukup meredakan rasa sakit sayap patahku.

Bandung, 1 Juni 2016

Woman power or woman (less) power?

Kemarin gue membaca ada salah satu quote yang menarik

Woman power. Time-starved-parents. Indulged kids.

Wanita wanita yang bekerja memang cenderung memiliki power lebih di dalam keluarga dibandingkan wanita yang tidak bekerja. Ya secara logika saja, wanita ini setidak tidaknya bisa membeli apa yang dia butuhkan.

Gue sendiri memang saat ini bekerja untuk power itu. Karena jujur gue takut menjadi seorang yg power less. Gue takut untuk menggantungkan hidup kepada orang lain. Yang jadi driver utama gue bekerja adalah “kalo laki gue ngapa2in, gue bisa dengan bebas cabut dan bawa anak gue”.ย  Sesimple itu memang.

Mindset yg gue dapat itu bukan tanpa latar belakang. Gue sering melihat, bahkan ada orang terdekat gue yang sudah gak tahan dengan pernikahan mereka. Udah saling gak suka. Bahkan si Istri merasa diperlakukan semena mena oleh si suami, yaa belum sampai level kdrt sih. Tapi si Istri tetap memutuskan untuk mempertahankan pernikahannya dengan alasan

Gue mungkin bisa hidup susah, tapi anak anak gue mungkin gak akan bisa

Gue miris lihatnya.

Cerita lain seorang kerabat juga ada. Si suami tukang mabuk dan judi. Si Istri setelah bertahan beberapa tahun, akhirnya memutuskan untuk bercerai. Si Istri pergi membawa anak anaknya pulang ke rumah orang tua nya. Hidup mereka sulit. Tapi mereka masih ada nenek yang bisa selalu membantu mereka.

Kejadian kejadian itu membuat gue takut berumah tangga pada awalnya. Bayangkan, gue gak ada Ibu Bapak lagi, kalau suami gue macem macem gue harus kabur ke mana? Ga mungkin banget gue kabur ke rumah kakak gue, mereka sudah punya hidup masing-masing, atau lebih tepatnya masalah masing masing. Makanya di awal gue memutuskan untuk menikah gue bertekad untuk selalu memiliki penghasilan supaya gueย selalu memiliki power. Suami gue setuju, tapi bukan karena alasannya. Dia setuju gue bekerja sebagai ruang aktualisasi diri. Dia tidak mau gue menjadi ibu ibu tukang gosip.

Mengenai alasan gue, dia tidak setuju. Menurut dia dua orang yg menikah pasti ingin tujuan yang sama yaitu bersama sama sampai tua, sampai punya cucu. Berpisah bukanlah inti dari pernikahan.

Seperti biasa, suami gue memang orang yang idealis.

Nah ketika gue ditawarkan posisi yang lebih tinggi, gaji lebih tinggi pula, awalnya gue gelap mata. Pikiran gue “kapan lagi gue dapat posisi kayak begini!” Mulailah gue meresearch perusahaannya. Menurut orang yg bekerja di sana, disana gila kerja. Belum lagi lokasi yg jauh dari rumah. Setidaknya di tempat baru ini gue akan berangkat setengah 6 sampe rumah jam 9. It means I have no time for my little melody ๐Ÿ˜ข.

Kondisi gue yang sekarang aja gue pergi kerja jam 6 pagi, sampe rumahย jam 6 sore. Main sama anak sampai jam 8, terus anaknya tidur sampai pagi. Itu artinya gue cuma punya waktu sama anak gue 2 jam saja ย per hari sodara sodara!!! Makanya waktu anak gue udah mulai mengenal gue, gue terharu sekali ๐Ÿ˜ข.

Gue jujur merasa tertampar dengan pernyataan di atas. Gue memang saat ini merasa lebih punya power. Yaa setidaknya gue adalah partner suami gue. Tapi gue bener bener merasa kurang waktu dengan anak gue. Bayangkan gue cuma punya waktu 2 jam. Itu pun gue harus berbagi waktu dengan nenek, kakek, nini dan tante. Anak gue ama gue paling lama cuma setengah jam ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข. Bayangkan perasaan si ibu baru ini. Galau luar biasa setiap hari hahaha.

Konsekuensi dari hilangnya waktu gue memang gue selalu ingin yg terbaik buat si baby. Ya ujung2nya gue berpikir “gue kerja buat siapa sih? Buat dia kan”. Makanya mulai dari susu diapers mainan baju gue selalu pilih yg memang recomended. Untuk mpasi anak pun gue tiap minggu belanja di supermarket. Sampai si nenek yg kerja di rumah bilang “repot banget buat anak”. IYA! gue memang rela spend lebih buat anak gue. Gue rela gak jajan. Gue gak ke mall. Semuanya buat anak. Dari total pengeluaran dalam sebulan, lebih dari 50% itu untuk anak gue.

Kebayang gak kalau anak gue udah gede nanti gimana? Pasti dia minta apa aja gue kasih.

Makanya soal kerja gak kerja ini kayak makan buah simalakama. Gue kerja salah. Gue gak kerja salah. Dan ketika gue dihadapkan dengan kondisi bahwa gue harus berhenti bekerja, gue bingung banget. Gue takut.

Gue takut uang gue gak cukup. Mungkin lebih tepatnya uang suami gue. Tapi jujur sih gue seperti ingin menguji Tuhan. Gue ingin menjadi the walking prove bahwa memang rezeki itu sudah digariskan.ย Katanya kan ibu kerja atau tidak pasti rezekinya tetap sama *ngarep*.

Selain uang, gue juga takut power less. Gue takut banget. Gue takut bernasib sama seperti ibu ibu yang gue kenal itu. Tapi di lain sisi gue juga takut gue jadi power less terhadap anak gue. Dengan gue terus bekerja, karir yg semakin naik, pasti tuntutan perusahaan akan jadi lebih banyak lagi. The more I work, the less my time for my baby. Dan gue bisa saja menjadi ibu2 yang memberikan apa saja yang diminta oleh si anak sebagai bayaran rasa bersalahnya, dan ini secara tidak langsung membuat gue power-less terhadap anak gue.

Nah disinilah, akhirnya gue bisa berpikir cerah. Apakah gue mau mendahulukan ego gue dengan menjadi setara terhadap suami gue. Atau gue mau menekan ego gue, berkorban demi anak gue, karena gue gak mau my little melody menjadi ibu atau ayahnya. Karena gue mau Melody lompat melebihi kami berdua.

Tuhan gak kemana kan?
Iya Tuhan selalu ada, karena Dia si pembuat cerita.

So, please take my resignation letter boss! ๐Ÿ˜Š

P.S : tulisan ini bukan untuk debat working mom or stay at home mom yaa. Ini murni cuma curhat!

My Breastfeeding Journey : NEVER QUIT!

Postingan ini akan agak sedikit emosional. Karena postingan ini akan banyak berbicara mengenai penyesalan saya yang terlalu mudah menyerah.

My breastfeeding journey

Yang bilang nyusuin gampang itu siapa? Untuk new mom yang masih super cupu model gue sih menyusui itu adalah seberat beratnya cobaan, apalagi menyusui selama baby blues. Ya Masya Alloh, itu aer mata kalau di tadahin ada kali setempayan (lebay).

Ceritanya caesar ini down periodnya di gue cukup lama. 2 hari gue baru bisa bangun, itupun akibat jiwa kompetitif yang amat tinggi, orang sebelah udah jalan ke kamar mandi masa gue duduk aja masih cengeng. Selama dua hari itu gue dimanjakan oleh kenikmatan tempat tidur dan mindset bahwa “tenang aja kalo air susu belum keluar, bayi masih tahan 3 hari gak nyusu kok”. Iya gue tenang aja tuh. Eh begitu masuk hari ketiga… jeng jeng jeng “kok melody agak kuning yah?”. Mulailah drama itu dimulai.

Beda dengan hari2 sebelumnya yg melody nangis cukup sering, di hari ketiga itu melody tidur terus. Tambah kacau deh, mulailah gue panik dan mengambil keputusan “dita tolong beliin sufor di apotek depan”.

Dari sepenggal cerita itu, kesalahan pertama gue adalah :

Gue terlalu manja dengan cesar gue.
Bu ibu yang nanti akhirnya lahiran dengan metode caesar camkan baik baik ya. Pasca operasi emang sakit, tapi bukan berarti harus manja! Harus bangkit cepet. Menyusui dengan sering!! Gue baru mulai pelekatan itu di hari keempat, dan di hari kelima malam gue langsung demam dan payudara keras karena ASI gue udah banyak.

Begitu pulang ke rumah, gue dibuat nyaman dengan keberadaan sufor. Asal melody nangis gak mau nyusu gue langsung menyerah dan bilang “bikinin susu dong mas”. Kadang tekad gue sudah bulat, tapi tekad orang di rumah belum bulat. Setiap kali melody nangis selalu sufor jawabannya. Awalnya asi gue kalo dipompa bisa sampe 70 ml (masih pakai pompa manual ya) , sebulan kemudian asi dipompa dengan pompa elektrik cuma 5 ml atau 10 ml. Hampir aja gue buang itu pompa kado dari temen gue.

Bulan kedua melody sufornya kenceng banget sampai sering gumoh dan pertambahan berat badannya over jadi 1.5 kg per bulan. What does it mean? It means she was overfeeding!! Begitu masuk bulan ketiga dimana Melody sudah bisa menakar kecukupan menyusuinya ternyata cukup melody menyusu asi saja.

Begitu gue kerja, mulai sharing dengan emak emak di kantor, mengenal suplemen menyusui dan teknik memompa yang benar, barulah setiap sabtu minggu melody menyusu asi saja. Kadang gue merasa khawatir kalau asi gue kurang, gue bikin susu, dan melody menolak karena sudah kenyang.

Jadi untuk ibu baru, tips and trik breastfeeding dari gue adalah :

1. Usahakan pelekatan sejak dini. Kalau bayi tidur, bangunkan. Belajar menyusui sesering mungkin. Kalau bayi nangis gapapa tetap kasih payudara, lama lama dia akan terbiasa dengan payudara kita. Untuk yg masih kagok megang bayinya, bisa coba bantal menyusui. Gue terbantu banget dengan bantal itu.

2. Jangan terlalu merasa nyaman dengan sufor.

3. Ketika bayi belum bisa menyusu, pompa terus payudaranya. Hasil pompa kasih ke bayi. Karena dengan dipompa itu bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan produksi asi

4. Untuk ibu bekerja, beli pompa yg bagus sekalian. Jangan ragu untuk spending besar di pompa. Bisa beli medela yg harga 2.6 jt atau spectra harga 1.6 jt

5. Metode pompa yg benar dengan pompa elektrik
Pilih mode pijat utk 2 menit awal. Lanjut pompa sampai habis (kurleb 5-7 menit). Lanjut mode pijat lagi sampai LDR keluar. Setelah LDR keluar baru deh pompa lagi sampai habis.

6. Konsumsi makanan atau suplemen peningkat ASI. Jangan ragu coba semua, karena pelancar asi itu cocok cocokan. Di gue daun ubi itu cepet banget meningkatkan produksi asi. Dan gue cocok banget sama feugreek dan blessed thistle.

7. Ketika sudah bekerja, tetap usahakan pompa asi minimal 2 kali dalam sehari untuk maintain produksi asi.

Sekian tips n triknya. Intinya jangan cepat menyerah deh untuk menyusui! Good luck!!

Romantisme Gaya Baru

Saat pacaran, akibat keterbatasan waktu jarak dan mahram, seringkali gue menyempitkan arti kata romantis. Romantis buat gue adalah ucapan selamat pagi sayang, selamat ulang tahun, sudah makan belum, dll dsb. Sehingga ketiadaan dari hal-hal sepele seperti itu kerap membuat gue dan pat(j)ar bertengkar. Pernah suatu ketika gue bertengkar kemudian saat di puncak amarah gue ngomong “kamu bahkan gak pernah kasih aku kado ulang tahun! Kamu gak sayang sama aku!”. Oke stop ketawanya.

Tapi setelah menikah, definisi romantisme itu berubah. Romantisme sudah bukan lagi sekedar ucapan ucapan salam picisan, tapi lebih ke arah perhatian, kasih sayang. Romantisme adalah dia yang merawat kamu sakit, dia yang rela malam malam beliin kamu makanan, dia yg rela menahan lapar supaya uang makan bisa dipakai untuk tol pulang ke rumah. Romantisme adalah dia yang selalu mendampingi kamu saat baby blues, mendengarkan ocehan ocehan tak masuk akal dan meredam tangisan akibat baby blues itu. Romantisme adalah dia yang rela ngantuk tengah malam berganti jaga denganmu untuk menimang si kecil padahal esok pagi buta harus sudah ada di kantor. Dia juga menyiapkanmu sarapan, membantumu menyuci popok dan membereskan kamar saat tubuh dan emosi mu demikian lelahnya. Romantisme adalah dia yang mengerti kamu dan melakukan apapun untuk kamu.

Love is not what you say, love is what you do.