Monthly Archives: August 2019

Kenapa aku terlahir ke dunia?

Salah satu pertanyaan yg mengganggu dari dulu adalah

“Kenapa saya dilahirkan?”

Hasil gambar untuk baby confuse

Karena moment saat saya dilahirkan adalah moment hidup dan mati, bagi saya dan ibu saya. Yang pada akhirnya saya selamat dan menghabiskan waktu beberapa minggu di NICU.

Pada saat itu bisa saja saya dan ibu menyerah.

Kondisi hamil aterm, komplikasi eklampsi, usia lanjut. Opsi terbaik adalah Caesar. Tetapi, Ibu adalah orang yang sangat konvensional, sangat takut dengan operasi, akhirnya pun memilih pilihan induksi. Sebuah pilihan menyakitkan bagi kami berdua tentu nya. Tetapi hey, pada akhirnya Tuhan menentukan kami selamat.

Ibu saya akhirnya meninggal saat saya usia 17 tahun, sebuah usia yg dianggap sudah dewasa dan tidak membutuhkan micromanagement ibu lagi. Usia yg cukup matang utk tahu ini benar dan itu salah. Lucu nya pesan terakhir ibu adalah “Kamu jangan pacaran”, menancap kuat di benak saya. Belakangan saya tahu kenapa Tuhan menitipkan pesan itu lewat ibu.

Ayah terus berjuang sebagai single parent, membesarkan kami dan mendukung kami secara finansial, dibantu dengan kakak tertua saya yang dititipkan rezeki lebih oleh-Nya. Saya yang tidak ada emotion attachment kepada ayah mulai merasai figur ini. Terkadang saya sedih akan wajah tua nya yg lusuh yang masih terus mencari nafkah demi saya, tetapi tak jarang saya memberontak atas control yang dia ingin terapkan kepada saya. Pada akhirnya ayah meninggal saat saya mulai mendapat pekerjaan kedua. Saat itu secara finansial saya sudah lebih stabil dan tidak membutuhkan bantuan dari Ayah lagi.

See, semua nya pas. In order. In a well pattern.

Ibu saya meninggal karena tugas nya membesarkan anak nya sudah usai. Ayah saya meninggal karena tugas nya mensupport finansial anak nya juga sudah usai.

Lalu sebetulnya apa yang menjadi tugas saya?

Saya terus mencari.

Sampai akhirnya pencarian saya berakhir beberapa bulan lalu, pada kisah Nabi Adam. Tentang mengapa manusia bisa sampai ke Bumi, yang lucu nya semua agama Samawi mengajarkan kisah yang sama.

KISAH NABI ADAM

Ketika Adam dan Hawa diciptakan, Allah menyeru kepada semua makhluk di langit untuk bersujud kepada manusia. Awalnya, malaikat ragu karena manusia memiliki kecenderungan utk berbuat kerusakan. Tetapi kemudian Allah menunjukan kelebihan manusia, maka bersujudlah malaikat.

Bagaimana dengan Iblis?

Iblis merasa dirinya lebih baik dari manusia karena ia diciptakan dari Api, sementara manusia dari tanah. Dengan kesombongan nya tersebut, Iblis menolak perintah Allah yang menyebabkan kemurkaan-Nya.

Allah marah dan memerintahkan Iblis untuk masuk ke dalam Neraka. Dari situ, Iblis meminta penangguhan agar dimasukan ke Neraka setelah Hari Kiamat datang. Allah pun mengabulkan permintaan Iblis.

Dengan demikian, Iblis lalu bersumpah

“Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya,—Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” (QS.. Shaad: 82-83)

Mendengarnya, Allah pun Berfirman :
Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka semuanya.” (QS.. Shaad: 85)

Dimulailah misi pertama Iblis menggoda Adam dan Hawa.

Adam dan Hawa setelah diciptakan merasa bersyukur berada di syurga dengan segala kecukupan nya. Allah mengatakan semua yang ada di syurga bisa mereka makan, kecuali satu buah yaitu buah khuldi. Allah memerintahkan Adam dan Hawa untuk menjauhi buah tersebut.

Demi melancarkan sumpah nya, Iblis menggoda Adam dan Hawa mengatakan bahwa mereka tidak boleh memakan buah itu karena bila memakan buah tersebut mereka akan menjadi seperti malaikat. Singkat cerita, dengan ketamakan yang ada pada mereka, mereka pun memakan buah tersebut. Marahlah Allah dan mengeluarkan mereka dari Syurga untuk turun ke dunia.

Adam dan Hawa sangat menyesal, mereka pun bertaubat. Allah yang Maha Pengasih juga menerima taubat mereka.

Sejati nya dunia ini adalah ujian apakah kita pantas kembali menjadi penghuni syurga atau kita akan berada bersama Iblis di Neraka. Dunia adalah tempat pembuktian anak cucu Adam yang mana yang berhasil menghalau godaan Iblis. 

Sesimple dan sesederhana itu. Oleh karena nya agar kita tidak tersesat, Allah menurunkan Nabi untuk setiap zaman dan setiap Nabi dibekali kitab suci. Kitab suci itu yang menjadi petunjuk bagi manusia menjalankan hari-hari nya di dunia agar tidak tersesat atas godaan Iblis. Biar bagaimana pun Iblis telah bersumpah untuk menggoda kita hingga hari pembalasan tiba. Nabi terakhir, Nabi Muhammad, dibekali oleh kitab suci yang tidak berubah sejak pertama kali turun hingga sekarang. Kekuasaan Allah lah yang membuat hal tersebut terjadi supaya kita tidak tersesat seiring dengan berkembang nya jaman.

Jadi kembali ke pertanyaan pertama, apa sebenarnya tugas kita di dunia ini?

Menyembah kepada Allah yang Maha Esa, berbuat baik kepada sesama, dan membuktikan bahwa kita pantas menjadi penghuni syurga. Bahwa kita bisa mengendalikan akal kita mengalahkan godaan iblis untuk mengikuti hawa nafsu kita.

Wallahu a’lam bishawab.