Monthly Archives: October 2016

KLAIM BPJS

Yang paling ditunggu tunggu ibu ibu resign adalah klaim bpjstk aka jamsostek. Lumayan banget nilainya. Saking lumayannya apa apa musti tunggu bpjs cair

Beli HP kakek – tunggu bpjs cair

Beli baju melody – tunggu bpjs cair

Beli baju renang daddy – tunggu bpjs cair

Masak ayam korea – tunggu bpjs cair

Potong rambut – tunggu bpjs cair

Dan masih banyak daftar lainnya yang harus dipenuhi oleh si Saldo BPJSTK ini 😂.

Anyway, pengalaman saya mencairkan bpjs itu susah susah gampang. Iya nyesel banget kenapa gampangnya belakangan 😂.

Jadi suatu siang saya menelpon halo bpjstk untuk nanya apa saja syarat-syarat dan prosedur pencairannya. Sebenarnya sudah banyak info lalu lalang di internet yah, tapi males aja kalau ada yg kurang, jadi ngerasa aman aja kalau nelpon operator langsung. sama aja kayak mau ujian, udah punya kisi kisi yang mau keluar, tapi tetep fotokopi slide dosen dan catatan teman berpuluh puluh ribu rupiah cuma buat ngerasa aman aja 😁.

Oke dari si operator didapatlah syarat pencairan bpjstk bagi pegawai resign yang sudah tidak bekerja lagi, diantaranya :

1. Parklaring

2. Surat dari HRD ke Disnaker yg menyatakan bahwa peserta mengundurkan diri

3. KTP

4. KK

5. Kartu Jamsostek

6. Fotokopi bagian depan buku tabungan

Kebetulan syarat sudah lengkap, tinggal eksekusi saja. Saya tanya lah caranya bagaimana. Dengan santai si mbak operator menjawab “Ibu tinggal datang ke cabang terdekat dan membawa berkasnya”. Gancil lah ya.

Besok paginya datanglah saya ke kantor BPJSTK yg di Jalan Pemuda. Saya lihat banyak kerumunan di depan satpam. Ternyata oh ternyata kerumunan itu adalah segerombolan orang yg kecewa tidak bisa mencairkan BPJSTK nya hari itu juga sebab BPJSTK RAWAMANGUN HANYA MENERIMA E-KLAIM, tidak menerima pencairan secara manual.

Bayangkan betapa kecewanya ibu beranak satu ini. Sudah buang pulsa telpon operator, pagi pagi sudah berangkat bawa bawa anak, eeeh tak bisa di klaim pula. Mau marah sama siapa coba? Kalau tau siapa operatornya, udah saya datengin minta ganti rugi ongkos uber dan pulsa telpon (mamah minta pulsa 😂). Ini ibarat kamu udah fotokopi slide 50 ribu, sudah baca dan hapalin semua slide, tapi ujiannya open book, open internet pula 😥.

Informasi selanjutnya yang saya terima dari pak Satpam sangatlah berharga.

1. BPJSTK yg menerima pencairan manual hanya kantor yg besar saja, saya ingat di bapak menyebut nama BPJSTK Salemba. Kantor bpjstk yang kecil hanya menerima EKLAIM.

2. Pencairan BPJSTK secara manual bisa dilakukan di bank rekanan seperti BNI Pemuda rawamangun, BJB Pulogadung, BJB Cakung. Di kantor bpjstk ada listnya. Kurang lebih ada 10 cabang bank yang bekerja sama.

Berbekal informasi tersebut, saya napsu untuk mencairkan ke bank. Apalagi di deket Kantor BPJSTK Rawamangun ada BNI, langsung lah saya ke sana.

Sesampainya di BNI, saya tanya ke satpam, apakah bisa mencairkan bpjstk di sini, kemudia pak satpam memberikan kisi-kisi prosedur pencairan bpjstk di BNI

1. Peserta datang jam 5.30 untuk mengambil nomor antrian

2. Keesokan harinya baru peserta bisa menyerahkan dokumen sesuai jam operasional bank.

3. Setiap hari dibatasi yg boleh klaim bpjs.

Tidak puas dengan BNI, saya berpindah ke bjb PTC. Ternyata prosedurnya sama persis seperti BJB. Mau gimana lagi, akhirnya siang itu saya mengobati kekecewaan saya dengan makan hokben.

Oleh karena prosedur klaim BPJSTK yang super merepotkan untuk ibu beranak satu ini, jadilah saya memilih prosedur E-KLAIM.

Tunggu keseruan EKLAIM BPJSTK dan tips n trik nya di post selanjutnya yaa

 

Love,

Seritaro