Sore ini adalah momen yang patut diabadikan. Melody berhasil makan 5 sdm dalam waktu 15 menit dan di kursi makan!!! Yeaaaayyyyy!!!

Girang banget ibu nya ☺. Apalagi pas si kakek ngomong “kok kayaknya melody gemuk lagi ya? Udah mau makan?”. Dengan bangga ibu menjawab “udah dong keek!” (Mudah2an besok tetep pinter makan ya nak!)

Perjuangan memberi makan dimulai ketika kakak gue ngomong suatu sore “gak mau makan nih sama gak mau nyusu”. Buat emak emak galau model gue gini, anak gak mau makan sama horornya kayak gajian mundur 1 hari saat duit di atm cuma 49 ribu.

Sejak pernyataan kakak gue itu, tiap sore melody gue kasih makan. Simple aja, pisang dan biskuit diairin (maafkan ibu mu yang pemalas ya nak 😂). Awalnya memang berontak, tapi ibu gak habis akal. Sambil makan sambil disetelin nursery rhyme dari youtube. Inilah kesalahan pertama saya sebagai emak galau. Mindset saya adalah “yang penting anak makan”. Padahal seharusnya anak makan dengan cara yang benar.

Kemauan makan melody sambil nonton nursery rhyme tidak bertahan lama. Semakin dia besar, emosinya semakin berkembang. Dia mulai tidak menyukai rutinitas makan sambil nonton video. Dengan demikian kesalahan kedua saya lakukan adalah memberikan instant meal. Adalah itu satu instant meal lokal ya rasanya mirip banget indomi. Wah lahap deh melody kalau makan itu! Saya terlena, sampe stok berkardus2. Eeeh setelah kenal itu mecin, melody jadi gak mau homemade mpasi lagi bu ibu 😅. Racun banget emang! Si mpasi instant itu emang teksturnya oke punya sih dibandingkan kompetitor dia, tapi mom mecin nya mom sedap banget. Mana mau lah anak kita sama masakan no gulgar. Fiuh! Melody hampir setiap hari makan bubur instan itu, sampai umur 8 bulan. Kenapa? Soalnya tiap dikasih bubur usia 8 bulan melody muntah dong. Teksturnya masih terlalu kasar.

Pusing lagi? Jelas pusing lagi.

Oh ya, selain makan mpasi instant, saya juga menerapkan sistem “memaksa anak makan”. Hal ini juga dilakukan oleh kakak saya, karena mindset kami berdua adalah “yang penting melody makan”.

Kombinasi dari dua hal ini membuat melody menolak makan. Lihat sendok histeris. Asal diajak makan nangis. Dasar saya tipikal orang indonesia, baru belajar kalo udah salah, saya baru baca2 teori mpasi setelah melody trauma 😥. Jawabannya adalah : jangan memaksa anak makan. Karena makan ini akan jadi rutinitas dia setiap hari sampai dia tua. Memaksa dia makan hanya membuat dia trauma. Duh! Hati saya teriris bacanya. Kasihan kamu nak 😢.

Saya bertekad utk memperbaiki cara makan anak saya. Saya mulai baca2 materi blw (self-feeding baby) dan langsung mengaplikasikannya tanpa pikir panjang.

STARTING BLW

Senjata utama BLW adalah kursi makan . Saya kemudian membeli itu booster seat dan saya mulai memberikan makan melody dengan finger food. She likes it! Puding roti adalah favorit dia. It means she eat bread puding all the time! Bukannya saya gak masak yg lain ya, setiap makan saya pasti sediakan tiga alternatif makanan. Yg diterima cuma puding roti aja. Durasi makan juga hanya sebentar karena melody bosenan. Berkat metode blw ini asupan melody kurang banget. Apalagi ditambah dia yg gak mau nyusu botol. She’s starving all the time. Gara2 lapar berkepanjangan melody jadi nangis terus. Stress banget loh mom! Kejadian ini berlangsung pas libur lebaran. Dia menjadi kurus seketika. Ketiks ditimbang, beratnya cuma bertambah 100 gram saja dalam waktu 6 minggu. Hiks hiks

Pasca Resign
Anyway, setelah lebaran saya pun resign. Dari sini saya bertekad utk bisa membuat suasana makan yg menyenangkan bagi melody. Saya mikir keras, menganalisa (cailah) sebab melody gak mau makan. jawabannya :

1. Di usia sekarang (8 mo) katanya anak2 memang rada susah makan karena mereka sudah mulai eksplorasi lingkungan sekitar (misal : merangkak merembet bermain).

2. Dari semua masakan saya, melody paling suka sama masakan tidak berbumbu.
Gara2 promina, saya masakin mpasi melody pakai slow cooker mom. Wuih kaldu pakai slow cooker itu maknyus banget kan ya. Terus apalagi kalau pake bawang, wangi bawangnya sampai RT sebelah 😂. Ee tapi yg enak2 gini melody gak suka. Asal disuapin, pasti nangis ngamuk haha. Menu yg dia suka itu yg minimalis misalnya bubur nasi pakai santan & daun salam. Lauknya yg simple kayak ati, tahu, tempe, ayam dan ditambah sayur2an.

Dengan 2 hipotesis diatas saya mulai mengajari melody makan. Pertama saya ajak dia makan sambil bermain, baik itu makan besar maupun snack. Saya ikutib kemana dia merangkak terus saya suapin. Porsinya juga masih 2 sdm saja, itupun sering gak habis. Saya ajak dia makan selama satu jam. Habis gak habis, waktunya selesai.

Begitu dia menikmati makan, saya ajak dia makan snack di kursi makan. Kalau snack dia cepet banget mom, gak sampai 5 menit. Snack saya biasanya agar atau buah.

Porsi makan saya naikin terus, sampai sekarang porsi sudah 4 sdm. Frekuensi makan 3x sehari dan 2 x snack. Suprisingly, waktu dia menghabiskan makanan semakin cepat. Dari 1 jan jadi 30 menit jadi 15 menit. Begitu sudah mencapai 15 menit, saya ajak makan di kursi makan.

Kenapa? Karena Melody dan bayi bayi pada umumnya itu bosenan. Melody cuma mampu bertahan anteng dalam satu aktivitas paling lama 15 menit, lebih dari itu udah ngamuk 😴.

Begitulah kisah panjang mpasi melody. Ini baru satu bab : membuat melody suka makan. Masih panjang perjalanannya, naik tekstur aja belom 😥.

Intinya mindset ibu saat pengenalan MPASI itu bukan berapa banyak asupan yang didapat tapi apakah metode makan sudah sesuai. Makan di kursi, face to face, menu bervariasi dan nutrisi lengkap. Hati hati pilih mpasi instan, karena ada mpasi instant yg
rasanya enaaak banget, anak bisa jadi nolak mpasi homemade nya.

Kenapa sih harus mpasi homemade? Soalnya kan kalau anak udah bisa makan, masa iya mau kita kasih bubur bayi instant terus? Mau sampai umur berapa? Kan seharusnya makanan anak sama seperti makanan ibu bapaknya. Masak emak bapaknya makan sop iga anaknya makan sop pr**ina 😂.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s