Ingin rasanya aku berjalan pada sudut yang lapang. Menikmati hingar bingar dari kejauhan. Duduk sendiri memandangmu dalam dekapanku. Kau sangat menyukai kehangatanku. Aku sangat menyukai senyumu.

Kau tahu, aku penyuka hingar bingar. Hidupku penuh dengan lembar bunga bunga. Tak habis lah bila kukisahkan semua kisahku sepanjang malam. Sebelum kamu, akulah si jangkrik rumput. Kecil tak berdaya, namun aku bebas kemana saja. Aku tahu tujuanku dan aku siap meraih semuanya.

Aku merencanakan hidupku jauh sebelum kamu, sejauh malaikatku berujar “ambilah daun tertinggi itu, maka kau tak akan terinjak seperti aku”. Aku selalu memohon dalam doa yang pasti aku percaya Si Pemilik akan berikan kepadaku —- dan nyatanya memang Dia berikan kepadaku apa apa yang kuminta. Aku egois dalam meminta, kau tahu. Karenanya hidupku benderang, aku bisa menatap masa depan.

Akupun meminta kamu dengan egois. Aku egois pada diriku sendiri. Tanpa kusadari keegoisanku yang membentuk aku menjadi elang yang hanya mampu bersarang. Aku kuat, namun aku lemah terhadapmu. Aku tak kuasa membiarkanmu di sangkarku sementara aku keluar memamerkan cakarku pada cakrawala. Hidupku buram semenjak itu.

Seketika aku merasa seperti sedang terhalang kaca kaca tebal, aku bisa melihatmu dan diriku, tapi aku tak tau seperti apa rupa kita nanti. Apakah kau berbaju seindah saat ini. Apakah aku setangguh ini. Seperti apa sangkar kita nanti pun aku tak tahu. Apakah aku masih menjadi elang? Atau aku sama tak berdayanya seperti rumput rumput liar yang dimangsa rusa.

Aku terisak setiap malam, menangisi setiap ketakutanku. Aku takut mematahkan sayapku dan bertengger seumur hidup bersamamu. Aku takut kamu bosan akan ketidakberdayaanku.

Namun sejenak Si Pemilik sedang menyiapkan rupa baruku, biarlah kita pergi dari hingar bingar. Menepi ke tanah lapang, memandang hari ke depan yang semakin buram. Biarkan aku mendekapmu hangat, mencium aroma manismu, menunggu Imam kita datang membawa manisan dari Tuhan.

Aku mencintaimu, sepertinya itu cukup meredakan rasa sakit sayap patahku.

Bandung, 1 Juni 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s