Monthly Archives: December 2015

Romantisme Gaya Baru

Saat pacaran, akibat keterbatasan waktu jarak dan mahram, seringkali gue menyempitkan arti kata romantis. Romantis buat gue adalah ucapan selamat pagi sayang, selamat ulang tahun, sudah makan belum, dll dsb. Sehingga ketiadaan dari hal-hal sepele seperti itu kerap membuat gue dan pat(j)ar bertengkar. Pernah suatu ketika gue bertengkar kemudian saat di puncak amarah gue ngomong “kamu bahkan gak pernah kasih aku kado ulang tahun! Kamu gak sayang sama aku!”. Oke stop ketawanya.

Tapi setelah menikah, definisi romantisme itu berubah. Romantisme sudah bukan lagi sekedar ucapan ucapan salam picisan, tapi lebih ke arah perhatian, kasih sayang. Romantisme adalah dia yang merawat kamu sakit, dia yang rela malam malam beliin kamu makanan, dia yg rela menahan lapar supaya uang makan bisa dipakai untuk tol pulang ke rumah. Romantisme adalah dia yang selalu mendampingi kamu saat baby blues, mendengarkan ocehan ocehan tak masuk akal dan meredam tangisan akibat baby blues itu. Romantisme adalah dia yang rela ngantuk tengah malam berganti jaga denganmu untuk menimang si kecil padahal esok pagi buta harus sudah ada di kantor. Dia juga menyiapkanmu sarapan, membantumu menyuci popok dan membereskan kamar saat tubuh dan emosi mu demikian lelahnya. Romantisme adalah dia yang mengerti kamu dan melakukan apapun untuk kamu.

Love is not what you say, love is what you do.

Advertisements