Monthly Archives: January 2015

I have no idea

I know it’s impossible for you to leave, for me neither.

I know that you need this job, and so do I.

I know that you’ll fall in love with this job, and so do I.

I know that I must give you this chance.

What I don’t know is, being apart is too damn hard.

We’re facing a dead end road

We can’t move forward , we need to stay, until the door open for us.

And I don’t know, whether I’m capable to handle this.

Advertisements

Tolong hentikan teror ini segera!!!

Kepada seluruh pemilik media di Indonesia,

Dengan hormat,

Perkenalkan saya Yaserita Achiro. Kegiatan saya di pagi hari adalah membaca berita melalui situs berita online. Terkadang saya juga mendengarkan radio. Tapi sejak kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 saya mulai menghentikan kegiatan saya tersebut. Saya mulai mengisolir diri saya dari media2 anda. Alasanya sederhana, saya merasa lelah dan muak terhadap pemberitaan mengenai kecelakaan pesawat!!

Saya setuju bahwa media online perlu menjadi media yang terdepan dalam menghadirkan informasi, karena orang2 berharap akan adanya informasi real time. Saya pun kadang masih suka mengikuti perkembangan mengenai pencarian korban & puing pesawat air asia. Yang saya sesalkan adalah, kenapa ya belakangan ini banyak banget pemberitaan mengenai ‘kecelakaan pesawat’??

Hanya satu hari sejak kecelakaan Air Asia muncul berita mengenai Garuda Indonesia gagal mendarat :

garuda

Dua hari berselang kecelakaan QZ8501 sudah muncul berita mengenai air asia Thailand yang kembali lagi ke bandara karena adanya masalah pada penerbangan :

air asia bangkok

Seakan-akan belum cukup maraknya berita mengenai air asia, pemilik media yang terhormat terus menerus memborbardir kita dengan teror masalah dalam penerbangan

3 januari 4 januari 5 januari 7 januari 8 januari 11 januari 12 januari12 jan

Haruskah kami semua dihujani dengan teror ini?

Tanpa anda semua menghujani kami dengan teror ini, kami sudah cukup takut. Tidak sedikit teman2 saya yang mulai khawatir naik pesawat, termasuk saya!!

Saya ingat dimana tahun lalu saya ke yogyakarta, saat itu pesawat saya delay sampai 2 jam. Saya mulai gusar. Tapi ketika pesawat itu terbang, wah bukan main khawatirnya saya. Karena saat itu kondisinya cuaca sedang kurang bersahabat, guncangan & turbulensi pada pesawat cukup terasa. Saya sudah merasa sangat takut, tapi dzikir tidak pernah putus. Alhamdulillah kami semua sampai di yogyakarta dengan selamat. Berbeda dengan yang saya alami, penerbangan 1 jam sebelum saya justru mengalami kendala di atas. Menurut salah seorang teman saya, ketika hendak mendarat, tampaknya situasi tidak memungkinkan, sehingga pesawat harus kembali ke Jakarta. Mereka yang tadinya berangkat jam setengah empat, harus bersabar menunggu giliran untuk baru berangkat jam 9.

Pertanyaan saya, apakah peristiwa tersebut masuk di media?!

Tidak.

Jawabannya sederhana, karena saat itu berita mengenai ‘trouble’ pada penerbangan sedang tidak hits!

Saya sangat memahami bahwa bisnis anda adalah bisnis media, anda perlu memberikan berita secara cepat. Tapi sungguh, berita-berita yang anda berikan hanya menimbulkan teror bagi kami!

Belum lagi berita mengenai penumpang-penumpang QZ8501, sesungguhnya mereka bukan barang sinetron yang ceritanya patut anda jual!

Saya sudah muak dengan teror yang anda sebarkan.

Dalam tulisan ini saya menghimbau untuk anda menghentikan teror ini.

Sesungguhnya, dengan negara kita yang luas ini, saya masih membutuhkan pesawat sebagai moda transportasi yang efisien. Untuk itu, mohon stop pemberitaan mengenai trouble pada pesawat, sebelum kami semua menjadi paranoid menggunakan teknologi yang sebetulnya bisa mempermudah kami.