Money can buy everything (?)

Dulu gue selalu kagum sama istri2 yang suaminya berlayar. Bukan apa2, duitnya  banyak bo!!
Dua atau tiga bulan gak di rumah, trus balik bawa duit segepok, siapa yg ga ngiler.
Cita cita gue juga salah satunya itu, punya suami org pelayaran atau pertambangan, duitnya banyak, hidupnya enak. Apalagi di jaman teknologi kayak gini, jarak udah gak masalah. Bisa telpon, bbm, even bisa video call. Cincai laaah.

Namun kemarin dan hari ini membuktikan bahwa hipotesis gue itu salah. Kalau orang bilang uang bisa beli segalanya. Kalau kata gue, uang emang bisa membeli segalanya, tapi uang juga menjual kebahagiaan.

1 minggu LDR ini gue gak pernah putus komunikasi sama suami gue. Kita telpon terus setiap malem. Kita tetep ngobrol. Tapi kita tetep merasa diri kita ‘kosong’. Uang bisa beli gadget canggih, pulsa yg banyak, tapi uang udah menjual ‘precious moment’ gue sama fajar.

Moment dimana abis gue masak dia menghabiskan makanan gue. Moment dimana gue dan dia bisa becanda guling2an. Moment dimana gue dan dia mengayal mengenai masa depan. Momen kita jalan bareng dengan leluasa sebagai suami istri.

Uang udah menjual kebahagiaan gue. Semoga ini hanya sementara.

Gue gak mau punya suami orang tambang ataupun orang pelayaran. Gue mau punya suami Fajar Mulyadi. Dan gue mau selalu bareng2 sama dia.

Mas, akan ada keputusan besar yg harus aku ambil bulan Januari nanti. Semoga Alloh senantiasa membimbing langkah-langkah kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s