How I Met Your Father (2)

Kau buat aku bertanya

Kau buat aku mencari

Tentang rasa ini

Aku tak mengerti

Saya masih ragu-ragu apakah teman SMP saya itu suka sama saya. Tapi sekalipun dia suka, apakah saya suka juga? Mengingat ketika SMP kasta kami berbeda. Haha

Sewaktu SMP, saya merupakan grup dari kasta atas. Kasta atas berisikan anak anak favorit guru dan kepala sekolah. Yah, kami semua pintar. Kami adalah sekumpulan juara kelas. Sementara dia dari kasta bawah, rakyat jelata. Kasta bawah seringkali menyebut kami sombong. Saya sendiri beberapa kali mengalami intimidasi di kelas karena ‘kesombongan’ saya. Haha old stories never die!

Ok back to temen SMP saya.

Karena pengalaman saya saat SMP itu, saya jadi ragu ragu. apa iya dia suka sama saya? Waktu SMP pasti dia termasuk orang2 yang membenci saya. Apa dia hanya memanfaatkan saya? Kalaupun dia memanfaatkan saya gak ada gunanya juga sih, saya di kuliah bodoh kok. Males. Sering ngulang.

Suatu malam dia menelepon saya. Saya surprise! Saat saya tanya ada apa, dia jawabnya cuma mau ngobrol aja. Oke ini sinyal positif nih! Saya gak mungkin salah! Kami ngobrol cukup lama. Seperti yg saya bilang, dia orangnya lucu! Dia selalu bisa buat saya ketawa :D. Setelah dia telpon, saya gak bisa tidur!! Haha lebay banget yah. But I really was :-). It’s been a very long time I’m not into any relationship, I forgot how it feels to be in that phase.

Keesokan harinya saya ingin sms dia, tapi saya gak ada bahan ‘pura-pura sms’. Lagi lagi saya takut. Saya takut kalau saya terlalu agresif, dia malah pergi. Jadi saya putuskan untuk gak sms dia. Eng ing eng… seharian itu dia gak sms saya. Hhhh… saya terlalu pede tampaknya.

Saat dia wisuda, tiga hari pasca telpon & kami TIDAK saling berkabar, saya bingung apakah saya harus ucapin selamat sama dia. Karena kalau saya ucapin selamat, saya jadi sms dia duluan. Gengsi! Tapi Tuhan berkehendak lain. Dia bikin note di facebook ttg dia merasa dia salah menangkap sinyal. Saya yakin banget itu utk saya! Ah betapa bodohnya saya! Harusnya saya ucapin selamat aja, supaya dia gak salah paham! Saat saya merangkai kata utk ngucapin selamet di wall nya, tiba2 muncul instant message. It’s HIM!!! Tangan saya gemeteran. Saya hampir teriak begitu dpt pesan dari dia. Dia bilang klo saya sombong gak ngucapin selamat wisuda. Barulah saya ucapin “Selamat wisuda ya Fajar! Mau hadiah apa?”. Dia membalas “Mawar Merah”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s