Monthly Archives: October 2014

Things that happened after Would You Marry Me

Setelah maju-mundur rencana pernikahan kami, akhirnya pun kami memutuskan untuk menikah juga. Keputusan itu dimulai di bulan Januari dimana Fajar berkomitmen untuk melamar gue bulan Mei 2014. Fajar saat itu masih bekerja di perusahaan kecil yang menjual alat kesehatan. Saking kecilnya, administrasi mendasar seperti  tanda tangan kontrak & slip gaji saja tidak ada. Di bulan Februari, Fajar sudah menunjukan tanda-tanda tidak betah. Dia tidak sevisi dengan perusahaannya. Hingga pada akhir bulan Maret Fajar memutuskan untuk resign.

Ini jelas pukulan telak bagi gue. Saat kita sedang persiapan pernikahan, which is membutuhkan dana yang besar, Fajar malah resign. Gue sudah mulai mengitung2 kebutuhan dana, gue stress berat. Uang yang gue punya hanya 20% dari total dana pernikahan.

Dari kepusingan tersebut, ‘bantuan dari Allah’ datang. Alhamdulillah, keluarga Fajar bisa memberikan 40% biaya pernikahan. Masih ada sisa 40% lagi. Selama perencanaan itu Gue & fajar seringkali bertengkar akibat kekurangan dana tersebut. Gue bahkan sebelum proses pencetakan undangan memberikan opsi, “apa kita tunda aja ya ke tahun depan? Seenggaknya aku bisa punya saving lebih banyak”. Fajar menolak, dengan tegas dia berkata, “kita terusin aja, Insya Alloh ada jalannya…”

Sifat positif Fajar kadang bikin gue kesel. Sering gue marah2 bilang “kamu yang realistis dong!” tapi untungnya dia tetap sabar. Gue mengikuti saja kemana calon suami gue ini membawa gue. Alhamdulillah, setelah proses lamaran, Fajar mendapatkan pekerjaan baru. Ini cukup membuat tenang, karena setidaknya bisa ada tambahan dana dari simpanan Fajar.

Mendekati hari H, kakak gue memberikan suntikan dana 10%. Dana segar banget buat gue & Fajar yang udah mumet. Makasih banyak Uda. Satu per satu dana pun masuk ke rekening gue dari kakak2 gue. Meski belum cukup, gue bersyukur banget bisa mendapatkan bantuan tersebut. Gue mulai mengimani bahwa rezeki untuk penganten itu pasti ada. Namun demikian gue & Fajar tetep aja stress. Hasil psikotes gue & dia menyebutkan bahwa gue mengalami stress ringan sementara Fajar mengalami stress berat hahaha.

Walaupun Fajar bisa kasih tambahan dana yang lumayan gede, Entah gimana caranya H-7 uang itu masih kurang aja.  Gue bahkan sampai marah sama Tuhan. Pernah dalam doa gue menuntut “Ya Tuhan, hamba kan mau menunaikan perintah-Mu, kenapa Engkau tidak mau membantu hamba!!!” Doa gue pun keesokan harinya dijawab oleh Tuhan dengan cantik. Kekurangan pembayaran salon bisa dibayarkan setelah acara. Dengan begitu gue masih punya tenggat waktu untuk cari pinjeman lain. Perasaan gue saat mengetahui itu campur aduk. Gue nangis sejadi-jadinya dan minta maaf sama Tuhan atas prasangka yg buruk itu. Malamnya gue berdoa “Tuhan untuk pernikahan ini, hamba pasrahkan semuanya kepada-Mu”. Alhamdulillah keesokannya, bantuan lagi datang. Kakak gue bisa memberikan bantuan dana untuk pengajian. Asli, itu H-7 gue nangis aja tiap hari, gue juga sampe muntah-muntah gara-gara saking stressnya. Bahkan gue masih sibuk cari-cari pinjaman ke sana kemari sampai H-1! Hahahaha…

Temen-temen gue nanyain “gimana deg degan ga?” gue cuma bisa senyum2 aja. Iye gue deg degan, bukan deg degan gara2 acaranya, tapi deg degan gara-gara kepikiran ini duitnya masih kuraaang!!! Tapi, Alhamdulillah akhirnya H-1, jam 18.30 dana untuk acara sudah terkumpul!! Dalam hati gue berteriak “God you’re the best!!!”

Selama proses persiapan pernikahan gue memahami makna dibalik “Tuhan tidak akan menguji hamba-Nya diluar kemampuannya”.  Gue percaya bahwa rezeki itu selalu datang pas jumlahnya, pas waktunya. Rezeki itu tidak akan pernah kurang & tidak akan pernah lebih. Rezeki itu selalu sesuai dengan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita minta.

H+13 pasca pernikahan, Fajar mendapatkan pekerjaan baru. Pekerjaan yang dia impi-impikan dari perusahaan asing yang cukup besar. Jadi terbukti sudah bahwa pernikahan bisa membuka pintu rezeki kita. Katanya “Tuhan itu sesuai prasangka hamba-Nya”. Sejak moment H-7 sebelum menikah itu hingga sekarang gue selalu berprasangka baik dengan Tuhan. Gue percaya bahwa Tuhan adalah sebaik-baik pembuat skenario. Walaupun skenarionya sedih & menyakitkan, sejatinya skenario itu menguatkan kita.

Jadi untuk yang masih ragu menikah karena takut gak ada uang, takut belum punya pekerjaan, takut nanti tidak bisa menafkahi keluarganya, buang jauh-jauh ketakutannya. Now go! Get your girl and say “Would you marry me?” then see how God works the scenario for you! Good luck!! 

MY WEDDING VENDOR REVIEW (Part 2)

Setelah review vendor-vendor yang membuat kesal, sekarang giliran review vendor-vendor yg lumayan oke deh dan gak terlalu bikin kesel. Mudah-mudahan bisa jadi masukan bagi rekan2 sekalian.

UNDANGAN

Nah ini yang bikin gue & fajar ribut menjelang hari H. Undangan ini sebetulnya si vendor ini hanya tinggal kopi paste dia punya undangan existing. Pada saat pemesanan gue sempet minta ke mereka untuk membuatkan gue dummy undangannya, in case warnanya kurang cocok, atau kertasnya gak bener, gue masih bisa revisi. Tapi si pihak undangan ini bilang, gak bisa. Karena mereka harus running sekaligus banyak. Oke, dengan azas Trust Is The Glue of Life,  gue mengizinkan undangan gue langsung dicetak banyak.

Apa yang terjadi sodara2…….

Itu undangan SALAH KERTAS.

Undangannya juga WARNANYA BERBEDA sama yang gue approve desainnya. Gue minta desainnya warna pink, begitu di approve, warnanya jadi oren2 salem gitu. Gue tanya ke pihak undangan, soal ini, mereka kekeuh kalau itu sudah sesuai. Saking keselnya gue bilang “Bapak Buta warna?”

Gue sempet pengen balikin itu undangan dan minta DP gue dibalikin, tapi gue takut kena karma sih. Takutnya nanti acara gue kenapa2 lagi Cuma gara2 duit 1.5 juta.  Apalagi pas gue liat, temen2 gue juga lebih banyak yg undangannya jauh lebih bermasalah dari gue, ada yg sampe salah nama pula undangannya.

Jadi dengan berbesar hati gue relakanlah undangan gue itu seperti apa adanya. Lagian, undangan juga sama orang langsung dibuang kan?

Saran dari gue, kalau pihak undangan gak bisa bikin dummy, sebaiknya saat proses setting warna, capeng dateng deh. Jadi warna yg dicetak sudah sesuai seperti yg dimauin. Soalnya antara desain & hasil cetak bisa beda jauh banget persepsi warnanya. Selain itu, kalau kertas yg dipakai salah, masih bisa dituker ke penjual kertasnya juga kan.

SHOFWA HENNA

Gue cetak henna itu ngejadwalin H-1. Pada saat pencetakan henna, gue amazed banget. Ini mba2 nya oke banget cetakan hennanya. Motifnya cantik. Warnanya pas. Gue udah sayang2 itu henna ya.

Eng ing eng… pas pagi2 gue abis mandi, perlahan2 warna henna nya luntur dong!!! Apalagi warna kukunya! Itu udah jelek banget!!!!

Gue langsung reriwehan pas hari H itu cari kutex warna merah. Ahhh menyebalkan banget deh.

Saran dari gue, capeng sebaiknya cetak hennanya beberapa jam sebelum acara deh, supaya warnanya masih prima. Dan untuk kukunya gak usah dikasih henna, mendingan langsung pakai kutex aja. Lebih cantik.  Tapi kalau punya uang  lebih, bisa kok pakai henna yang lebih mahal, supaya hasilnya bisa lebih memuaskan.

henna

Cassiopoiea Flower

Untuk bunga tangan gue pilih Cassiopoiea flower, karena harga mereka cukup oke. Mereka juga propose gue desain buket cantik banget. Tapi setelah jadinya, cantik sih, cuma gak sesuai sama yg mereka kasih desainnya. Entah, mungkin efek foto aja kali ya. Saran gue, sebaiknya sempetin dateng ke tempat bunga nya untuk coba2 bikin bunga di tempat mereka, supaya hasil akhir bunganya lebih terbayang.

Nadine Salon

Ini satu2nya vendor yang bikin gue senyum bahagia. Gue bikin kebaya perdana disini. Pada saat kebayanya jadi, gue sedih, karena kebayanya kurang bagus. Payetnya kurang banget. Alhamdulillah, Mba Neng & Mba Susi ngertiin gue banget. Akhirnya kebaya ini payetnya ditambahin (^^). Kebaya akad gue juga payetnya bertambah, jadi lebih keliatan kinclong.

Pager Ayu nya pakai kebaya baru beli, warnanya pink fanta. Kebayanya cantik banget

Penerima tamunya juga cantik.

Yang paling bikin gue bahagia adalah saat hari H itu make up nya asli bikin pangling! Bukan cuma make up pengantinnya aja, tapi make up semua pengiring & penerima tamu juga bikin pangling. Yg make up gue namanya Lisna. Ini mba nya baik & ramah banget.

Bahkan, setelah hari H gue ketemu sama keluarganya Fajar ya, mereka semua gak ngenalin gue. Si mbahnya malah bilang “Kok lain pengantinnya sama yg kemarin”
Hahahaha

Good Job Nadine!

foto background

akad

Kesimpulannya dari review gue adalah, panitia saat hari H itu sangat penting sekali!

Jadi buatlah panitia dengan benar, terutama utk posisi2 strategis seperti time keeper, ngurusin dandanan, ngurusin vendor luar (contoh foto booth & bunga), catering. Pas Hari H, pengantinnya udah lepas tanggung jawab aja, gak usah ngurusin tetek bengek begitu. Biar orang lain yg urusin aja.

Untuk ringkasan budgetnya :

Permata Catering paket 1000 pax             72.000.000

MyPhotobooth unlimited 3 jam                2.500.000

Cassiopoeia flower                                          350.000

Shofwa Henna medium hand only             200.000

Kebaya Perdana Nadine                            1.500.000

Kebaya Akad Nadine                                  1.000.000

Undangan                                                             7.000 / pcs

Oke bagi yang sedang merencanakan pernikahan, gue doain semoga acaranya lancar. Intinya sih, pasrah sama Alloh SWT. Biarlah Dia yang meridhoi semua perjalanan acaranya.

NEXT REVIEW : HONEYMOON!

MY WEDDING VENDOR REVIEW (Part 1)

Inilah postingan yang sudah ditunggu-tunggu.. It’s time for VENDOR REVIEW!!!!! Gue akan bagi review ini menjadi  beberapa postingan, dimulai dari vendor-vendor yang mengesalkan. Hahahaha

Baiklah.

Pertama-tama, gue mau mengucapkan terima kasih untuk semua vendor yang sudah mendukung kelancaran acara gue pada 18.10.14 kemarin. Gue sangat menghargai jerih payah dari bapak-ibu sekalian. Alhamdulillah banyak komentar2 positif yang datang, misalnya “makanannya enak loh”, “bajunya bagus” , “make up nya panglingin”… gue dan mas fajar cuma bisa senyum2 dan bilang Alhamdulillah. Tapi tak ada gading yg tak retak.

Review ini semata-mata untuk sebagai masukan bagi rekan2 gue yg ingin menggunakan vendor2 yg gue pakai supaya bisa lebih pay more attention untuk kekurangan2 ini. Sehingga pas hari H acaranya bisa lebih lancar lagi

Permata Catering

Gue sudah test food berkali kali gue permata catering dan gak pernah kecewa. Makanannya selalu enak. Gue sempat curiga sih, saking enaknya ini makanan, gue khawatir kalau makanan utk test food & makanan yg di acara adalah makanan yg berbeda. Alhamdulillah pas hari H makanannya tetep enak. Pokoknya untuk urusan makanan, Permata Catering juara deh.

Berhubung gue ke permata ngambil one stop wedding service, jadi untuk semua tetek bengek hari H gue menggantungkan hidup ke Permata Catering. Segala dekorasi, foto, mc, pengisi acara semuanya dari permata catering. Nah tetek bengek ini yang menurut gue masih banyak kekurangan.

Sesampainya di venue, gue shock, kok gue pakai gebyok putih? Padahal berdasarkan deal deal an gue sudah ok dengan dekor gebyok cokelat. Gue harap-harap cemas juga, krn gebyok putih itu harusnya tambah bayar, jangan-jangan setelah acara nanti gue disuruh tambah bayar pula (x_x). Terus berdasarkan deal deal an juga, kalau gue mau pakai bunga juntai di pintu masuk. Tapi bunga juntai yang gue udah nambah bayar ini gak ada. Sempet kesel sih, tapi kata Fajar, yaudah biarin aja mungkin subsidi silang sama gebyoknya.

Gue sih totally fine dengan ini, cuma yg gue agak keselnya adalah gak ada notification sebelumnya. H-2, marketingnya Cuma bilang ada perubahan pada kain dekorasi, which I already approved. Soal perubahan gebyok dan penghilangan bunga juntai ini gue totally blindsided.

Perubahan layout juga terjadi. Akibat perubahan layout ini, tim fotobooth kebingungan, mau letakin booth dimana. Mereka juga bingung gimana mau setting2 nya.

Kekurangan selanjutnya, pada hari H MARKETING TIDAK HADIR.  Padahal saat technical meeting keluarga gue sudah diinfokan bahwa pihak dari Permata akan hadir untuk memastikan kelancaran acara. Kami juga sudah dijanjikan akan dilakukan briefing awal sebelum acara supaya prosesi masuknya acara bisa lebih lancar. Berhubung marketingnya gak ada, jadilah acara itu kacau balau. Sudah hampir jam setengah 8, MC gak nongol2. Tamu sudah penuh dan riweh banget. Keluarga gue kabur2an, karena memang GAK ADA PENGARAHAN SAMA SEKALI DARI TIM PERMATA & MC mengenai acaranya bagaimana. So apa yg gue lakukan? Gue sendiri yg manggil2in orang tua. Sementara kaka gue ngumpulin sodara2 gue yang lain. Luckily, gue sudah membuat list baris mereka, sehingga ketika MC datang jam setengah 8, sodara2 gue sudah baris cantik di belakang pengantin. It was totally a messed. Ketika masuk pun gue sama sekali ga ngerti kita harus jalan gimana, harus start jalan pas kapan. Pokoknya tim talempongnya udah heboh di depan nyuruh kita maju maju. Pengiring anak2 pun bingung, apakah mereka harus maju jalan cepet atau jalan pelan. Instruksi MC disuruh jalan pelan, tapi tim talempong nyuruh kita jalan cepet. Gue sama fajar cuma cengengesan aja, padahal dalam hati udah gondok banget. Setelah sampai di pelaminan juga bingung, ini musti gimana ya? Kakak2nya sampai mana nganternya? Anak-anaknya sampai mana? Asli itu kacau banget prosesi masuknya.

Untuk talempongnya juga bener2 asal banget. Suaranya pelan. Gue minta talempong karena waktu ngeliat talempong yg punya permata itu oke banget. Nah ini bener2 seadanya banget. Gue saat itu posisinya sudah sangat pasrah.

Pasca acara, marketingnya sempet SMS gue minta maaf karena gak hadir saat acara, tapi dia bilang bosnya dateng. Padahal pada saat acara, tim permata sama sekali gak ada ketemu sama keluarga gue! Menurut gue kalau memang Permata belum siap jadi one stop wedding services, mendingan ga usah deh. Karena cuma bikin citranya jadi jelek aja.

Kesimpulannya, permata catering untuk makanan sih enak banget lah. Tapi untuk wedding services nya asli nilainya remedial deh!

Saran gue, untuk hari H jangan menggantungkan diri sama Permata Catering. Lebih baik tunjuk satu orang untuk menjadi time keeper. Untungnya gue udah minta bantuan kakak gue jadi time keeper, jadi pas acara sangat terbantu sekali. Coba kalau belum ditunjuk, gak kebayang rempongnya gimana. Dan sebelum acara dimulai, PAKSA MC untuk melakukan briefing ke KELUARGA! Supaya prosesi masuknya bisa lebih smooth.

Mengenai perubahan ornamen2 dekorasi, saran dari gue, pasrah aja deh. Hanya Tuhan dan tim Catering yg tahu mengenai dekorasinya.

Mesjid Al Musyawarrah Kelapa Gading

Gue dari awal gak terlalu sreg sama venue ini. Tapi yasudah, karena tanggal gue itu tanggal musim kawin, dan Cuma venue ini yg kosong, yak  gue pakai tempat ini lah. Kekesalan pertama sudah ada sejak technical meeting. Pas technical meeting gue dan kakak2 gue udah bela2in untuk cuti dan dateng pas hari kerja. Tapi apa yang kami dapat! TECHNICAL MEETING YANG GAK LAYAK. Kami Cuma dikumpulin di halaman, alasannya karena mereka lagi sibuk persiapan Ied Adha. Dan penjelasan dari Al Musyawarah Cuma begitu doang, seadanya banget. Soal rundown, jalannya acara sama sekali gak mereka jelasin. Setelah gue ngomel2, barulah kita semua dikumpulin di satu tempat, dan dijelaskan hanya berdasarkan pertanyaan yg kami ajukan. Jadi BERTANYALAH DENGAN DETAIL! Pada saat technical meeting pihak Al-Musyawarah juga menjanjikan akan dilakukan briefing sebelum acara. Gue dan keluarga agak tenang tuh.

Tapi apa yang terjadi pas hari H???

Gue udah selesai dandan dari sebelum sholat Ashar.  Tapi sampai jam 4 pun belum dipanggil. Akhirnya pihak salon Nadine & kakak saya yg inisiatif untuk memanggil MC nya supaya acara akad bisa segera dimulai. Pas mau mulai akad, kebingungan semua. GUE HARUSNYA DIMANA? Apakah gue duduk di dalem, atau gue diumpetin dimana? Semuanya sibuk argumen. Yang katanya Al Musyawarroh mau briefing sebelum acara itu BOHONG! NOL BESAR!

Pada saat di meja penghulu, keribetan juga terjadi. Ini susunan acaranya bagaimana? Prosesi pelangkah belum ada arahan. Dan si penghulunya juga gak notice bahwa yang menikahkan gue adalah KAKAK GUE. Selama pembacaan ayat suci Al-Qur’an, semuanya ribet di meja akad. Penguhulu nyiapin naskah pelangkah dan naskah permohonan izin menikah. Semuanya gak akan terjadi SEANDAINYA SEBELUM ACARA DILAKUKAN BRIEFING.

Kekurangan lainnya adalah pada saat acara sempat mati lampu 2 kali.

Aduh pokoknya venue ini sangat tidak bersahabat! Tidak recommended!

Gue gak tau deh apakah kekurangan ini karena kurangnya komunikasi antara venue dan catering atau memang venue ini kurang oke.

MyPhotobooth

Gue kenal vendor ini pas kawinan sodaranya si Fajar. Gue liat cukup oke lah. Harganya juga masih masuk budget. Awal2 nego sih lancar2 aja. Sayangnya saat technical meeting itu mereka gak dateng, sehingga pas hari H sempet riweh sendiri.

Semuanya bermula dari Permata Catering melakukan perubahan layout tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Seharusnya posisi booth ada di belakang meja penerima tamu, tapi posisi itu sudah diisi oleh gubukan. Gue ngeliat itu panitia yg ngurus booth agak kebingungan mau taro dimana itu boothnya. Bodo amat deh gue gak ngurusin lagi.

Gue gak make sure jam brp itu booth ready. Pokoknya tau2 boothnya siap aja.

Yang bikin gue agak kesel itu adalah saat sodara gue bilang, boothnya sempet mati 30 menitan. It’s such a waste of money ya, secara gue bayarnya jam jaman. Tapi gue maklumin, karena penjelasan dari tim mereka adalah mereka kurang waktu utk setting, padahal mereka udh standby dari pas gue akad, cuma baru bisa setting menjelang maghrib. Hasil cetak fotonya juga JELEK BANGET. Entahlah ini dosanya siapa. Tapi penjelasan dari mereka make sense. Jadi gue memaafkan mereka.

Oke.. sekian review part 1 nya.

Cukup mengesalkan?

NEXT REVIEW : Undangan, Henna, Bunga Tangan & Salon

How I Met Your Father (4)

Tuhan tolonglah

Buka hatinya

Agar aku dapat, besamanya, selamanya..

Selama di motor kita berdua banyak diemnya. Gue bingung mau ngomong apa. Begitu udah sampe Tanjung Barat gue mulai ngomong “Lo tau lagu Colbie Cailat yg Falling for you nggak?” Dia jawab “iya, tau. Yg lo posting kan?” Gue seneng bgt dia notice. “Iya, enak yah lagunya” dia ketawa “gue belom pernah denger. Nyanyiin dong” gue ketawa grogi. Masa gue disuruh nyanyi. Tapi tetep akhirnya gue nyanyiin “bagus kaan! Gue suka liriknya. Itu lagunya buat lo jar”. Dia nanya “Oh emang tentang apa, gue gak ngerti bahasa inggris” haaah payah juga nih orang. “Ya lo search aja di google.”

Begitu udah mau sampe kosan gue nanya “eh lo bener suka sama gue?” Dia jawab “iya ta”. Masa jawabnya gitu doang yah. Sebel. Gue diem aja. “Eh lo gue anter sampe kosan lo ya” gue tolak, karena gue kan besok ujian “gak usah jar, di tempat biasa aja” dia jawab, kayanya agak kecewa “oh yaudah terserah aja”

Begitu sampai di pager kuning, gue turun. Gue masih berharap dia ngomong sesuatu. Tapi dia malah pergi. Dia meninggalkan gue dengan sejuta pertanyaan di kepala gue. Sampai di kosan, gue gak bisa konsen belajar. Gue sms dia, “Jar, ke kosan gue dong. Ada yg mau gue omongin” Mungkin dia disana berpikir. “Yee tadi gue ajakin lo ga mau” haaha.

Tapi dia jawab “ya gue ke sana ya sekarang”. Begitu di kosan gue dia ngajakin gue jalan muter2 UI, lalu kita stop by di halte PNJ. Duduk di depan halte, memandangi pemandangan arah BEM UI. Gue memulai percakapan kita :

“Gue gak konsen belajar.. kepikiran yg tadi”

“Sama gue juga” jawab dia

“Emang lo ujian apa besok?”

“Parasitologi”

“Wah susah tuh, banyak hapalannya.” Dia ngangguk2.

“Gue statistik besok. Hitungan. Ga ngerti juga gue”

“Soal yg tadi, lo bisa jelasin gak sama gue maksud lo apa”

Mulai deh kita sama sama grogi. Dia keringetan. Gue juga.

“Iya gue suka sama lo ta. Gue suka sama lo sejak kita ketemu pas lo minjemin buku farkog. Lo mau nggak jadi pacar gue”

Pas minjemin FARKOG?! Aje gile, itu gue abis praktikum kuanti! Itu praktikum yang menyedot mood gue. Mana lagi setelah itu gue ada kelas tambahan sampe malem! Baju gue juga gak matching! Gue pake baju ijo garis2 kuning sama rok jeans. Pake bergo udah berantakan pula! Gue udah amburadul, kucel, tapi dia suka gue pas itu?!

“Gue juga suka sama lo Jar. Tapi gue ga boleh pacaran jar. Yah lo tau lah disini gimana. Nanti gue bisa kena sanksi sosial. Jadi kita tau sama tau aja kita sama sama suka. Kita jalanin aja ya jar”

“Tapi lo mau nunggu gue kan?”

“Maksud lo?”

“Ya kan nanti lo lulus duluan, lo kerja duluan. Lo mau kan nunggu gue sampai gue lulus juga?”

Mendengar itu gue terenyuh. Gue kira gue akan punya relationship seperti yg sebelum2nya. Gue akan senang2 doang. Ada temen jalan, makan, nonton. Tapi yang dia minta lebih dari itu. Dia minta komitmen gue. Ini yg membuat dia beda, sejak awal niat dia bukan untuk main main sama gue. Dengan penuh kesadaran akan konsekuensinya gue menjawab :

“Ya gue akan nunggu lo”

Dia mengangguk lega.

Kami balik ke kosan masing2. Gue tetep gak konsen belajar. Gue seneng, gak sabar nunggu besok. Bukan, bukan buat ujian. Tapi buat ketemu dia. Ketemu dia bukan sebagai temen SMP, bukan sebagai temen nebeng, tapi sebagai ‘his someone special’.

Paginya, setelah dari foto kopian, gue mengganti status relationship gue dengan dia.

Yaserita Achiro is now Engaged with Mulyadi Fajar.

gue gak pacaran sama Fajar. Gue tunangan haha.

How I Met You Father (3)

Permintaan dia mengenai bunga mawar lucu banget. Gue cuma bisa bilang, “Ya nanti gue kasih ya.. tapi lo traktir gue dulu dong”. Kode banget minta diajak jalan haha.

Hubungan kami cair kembali. Sejak saat itu, gue mulai berani sms dia duluan, meskipun tanpa alasan. Simple banget misalnya kayak “Pajaaaaaaarrr”. Biasanya dia langsung bales. Gue takut dia salah menangkap sinyal, jadi gue berikan dia sejelas-jelasnya sinyal.

Jumatnya, gue sms dia minta bareng. Eh tapi dia nolak, karena kata dia temen dia nau nebeng. Haisshhh sakit hati!! Yaudah, balik lah gue dengan perasaan marah. Gue gak sms dia. Gelisah tak menentu.

Gue sadar bgt kalau gue udah suka sama dia. Suka banget. Malem minggu dia sms gue.. gue tanggepin seadanya. Terus gue liat dia posting lagu Senandung Rindu Tohpati, pas gue mau komen eh kok ada komen cewek lain!! Mesra, pake bun bun segala!! Gue mau nangis bacanya. Masa gue salah baca sinyal lagi?? Padahal gue abis posting lagu Colbie Caillat yg I’m falling for you.

Saat gue merana, tiba muncul im dari dia, ngajakin mau barengan gak ke depoknya. Gue yg udah keburu patah hati ini menolak laah. Tapi gue ttp online, chatting sama dia. Sampailah pada suatu percakapan “Cieee lagi suka sama orang yaa”.. dia jawab iya. Gue deg degan. Gue takut kalau tiba-tiba nama cewek yang komen di lagu senandung rindu itu yang keluar. Atau kalau tiba-tiba nama gue yang keluar gimana. Gue mau ngapain. Apa gue terima? Apa gue tolak?

“Siapa ceweknya yg lo suka? Gue kenal gak?” Dia jawab, “kenal kok”. Aaaah jadi ceweknya bukan gue, tapi gue kenal sama cewek itu. Sedih banget. Tapi udah terlanjur, gue terusin aja. Pas lagi chatting, dari tv samar-samar kedengeran lagu Cinta Pertama & Terakhir nya Sherina. “Anak farmasi juga?” Dia jawab “iya..” hiih siapa coba anak farmasi yg dia suka tapi gue kenal!!!! Oh pasti temen2 ekstensi dia deh. “Ajeng yaaa.. apa Tami? Kan mereka cantik” dia jawab “bukan kok”. “Trus siapa dong….” dia lama ga menjawab. Gue hopeless. Kalau ada fitur PING!! mungkin udah gue PING!! PING!! PING!! dia berkali kali. Sampai akhirnya dia menjawab “rita” . Hah?! Gue!! Gue!! Mampus gue! “Eh gue jar?” “iya lo ta. Yaserita Achiro. Gue suka sama lo Yaserita Achiro”

kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari, tentang rasa ini aku tak mengerti. Akankah sama jadinya bila bukan kamu, namun senyum mu menyadarkanku. Kau cinta pertama dan terakhirku

seneng. Bingung. Aneh. Campur jadi satu.

Gue seneng dia suka sama gue. Tapi gue gak seneng juga kenapa dia nembak gue lewat instant message fb! Dia ga bisa bikin apa proposal yang kaya di katakan cinta!! Eh Tapi gue seneng juga sih. Tapi bingung juga, gue terima apa ga. Untuk beberapa saat dia gue diemin. Dia memulai percakapan kembali “jadi mau bareng gak?” Gue jawab “enggak deh” trus dia bales “oh yaudah klo gitu. Gue balik ke depok duluan”

Gue mau sih bareng sama dia. Soalnya kan ini gantung banget. Dia cuma bilang dia suka sama gue. Dia ga nanya gue suka juga ama dia ga. Gue mau jadi pacarnya dia ga. Setelah mikir2, akhirnya gue sms dia “Jar, gue bareng deh”

How I Met Your Father (2)

Kau buat aku bertanya

Kau buat aku mencari

Tentang rasa ini

Aku tak mengerti

Saya masih ragu-ragu apakah teman SMP saya itu suka sama saya. Tapi sekalipun dia suka, apakah saya suka juga? Mengingat ketika SMP kasta kami berbeda. Haha

Sewaktu SMP, saya merupakan grup dari kasta atas. Kasta atas berisikan anak anak favorit guru dan kepala sekolah. Yah, kami semua pintar. Kami adalah sekumpulan juara kelas. Sementara dia dari kasta bawah, rakyat jelata. Kasta bawah seringkali menyebut kami sombong. Saya sendiri beberapa kali mengalami intimidasi di kelas karena ‘kesombongan’ saya. Haha old stories never die!

Ok back to temen SMP saya.

Karena pengalaman saya saat SMP itu, saya jadi ragu ragu. apa iya dia suka sama saya? Waktu SMP pasti dia termasuk orang2 yang membenci saya. Apa dia hanya memanfaatkan saya? Kalaupun dia memanfaatkan saya gak ada gunanya juga sih, saya di kuliah bodoh kok. Males. Sering ngulang.

Suatu malam dia menelepon saya. Saya surprise! Saat saya tanya ada apa, dia jawabnya cuma mau ngobrol aja. Oke ini sinyal positif nih! Saya gak mungkin salah! Kami ngobrol cukup lama. Seperti yg saya bilang, dia orangnya lucu! Dia selalu bisa buat saya ketawa :D. Setelah dia telpon, saya gak bisa tidur!! Haha lebay banget yah. But I really was :-). It’s been a very long time I’m not into any relationship, I forgot how it feels to be in that phase.

Keesokan harinya saya ingin sms dia, tapi saya gak ada bahan ‘pura-pura sms’. Lagi lagi saya takut. Saya takut kalau saya terlalu agresif, dia malah pergi. Jadi saya putuskan untuk gak sms dia. Eng ing eng… seharian itu dia gak sms saya. Hhhh… saya terlalu pede tampaknya.

Saat dia wisuda, tiga hari pasca telpon & kami TIDAK saling berkabar, saya bingung apakah saya harus ucapin selamat sama dia. Karena kalau saya ucapin selamat, saya jadi sms dia duluan. Gengsi! Tapi Tuhan berkehendak lain. Dia bikin note di facebook ttg dia merasa dia salah menangkap sinyal. Saya yakin banget itu utk saya! Ah betapa bodohnya saya! Harusnya saya ucapin selamat aja, supaya dia gak salah paham! Saat saya merangkai kata utk ngucapin selamet di wall nya, tiba2 muncul instant message. It’s HIM!!! Tangan saya gemeteran. Saya hampir teriak begitu dpt pesan dari dia. Dia bilang klo saya sombong gak ngucapin selamat wisuda. Barulah saya ucapin “Selamat wisuda ya Fajar! Mau hadiah apa?”. Dia membalas “Mawar Merah”.

How I Met Your Father (1)

Semuanya berawal dari 5 tahun lalu. Saya bertemu dengan laki-laki ini. Dia tampan, berwibawa, karismatik. Saya sungguh tergila-gila kepada lelaki itu. Bagaimana dia bersikap baik kepada saya, bagaimana perhatiannya kepada saya. Semuanya yang ada pada diri dia, satu paket, membuat saya merasa yakin bahwa dia adalah orang yang dipilihkan untuk saya.

Hari demi hari berlalu. Komunikasi kami semakin intens. Hingga suatu saat, semuanya tiba-tiba berhenti. Dia tampak tidak tertarik lagi kepada saya. Dia menghindari saya. Saya putus asa. Semuanya bahkan berhenti sebelum sesuatu itu dimulai. Saya bertanya-tanya, apa yang terjadi? Apa yang sudah saya lakukan? Jawabannya  sederhana. Saya salah membaca sinyal. Dia tidak tertarik kepada saya. Dia hanya baik kepada saya, sama seperti dia baik pada perempuan-perempuan lainnya.

Saya melalui patah hati itu agak berlebihan. Saya mulai membatasi makanan saya. Seringkali saya hanya minum susu sepanjang hari. Saya terobsesi menjadi wanita yg dia sukai. Demi mendistraksi perasaan saya, saya mulai berkonsentrasi pada project yang saya lakukan. Saya mulai belajar dengan baik ( Ipk SP saya 4.0 hehe). Saya juga bertemu dengan teman teman lama. Berkumpul dengan teman teman SMA, juga dengan teman teman SMP. Ternyata cukup mudah melewati patah hati itu.

Hubungan saya dengan teman2 lama semakin dekat. Ditambah lagi, saya baru beli HP canggih. Saya juga baru aktif di facebook. Dari facebook, saya mulai akrab dengan teman SMP saya. Gak bisa dibilang teman sih, karena kami gak pernah dekat sebetulnya. Interaksi terdekat kami justru waktu SD, dimana kami berdua sama-sama mengikuti lomba pidato. Yah di lomba itu saya kalah, dan tampaknya dia sangat senang saat saya kalah. Kenangan yg cukup buruk. Tapi ketika saya mulai mengenal kembali orang ini, saya merasa dia menarik.

Secara fisik, dia tidak semenarik lelaki yg mematahkan hati saya. Dia tinggi,.besar. Ekspresi pertama saya ketika melihat dia “gila lo gede banget!!” . Saya cukup takjub karena memori terakhir saya merekam bahwa dia lebih pendek dari saya!! Tapi dia baik. Walapun dia cerewet. Dia bawel. Status facebooknya alay. Karena rumah dia berdekatan dengan saya, saya suka nebeng sama dia ke kosan. Haha bakat nebeng sudah ada sejak dini.

Percakapan di motor selalu menarik. Saya selalu tertawa dengan lelucon2 dia. Meskipun dia tidak karismatik, tidak misterius, tapi dia menarik! Saya menangkap sinyal bahwa sepertinya dia suka kepada saya. Tapi saya tidak mau gegabah. Saya tidak mau sakit hati lagi karena salah membaca sinyal. Selain itu membayangkan dia dan saya menjalin hubungan itu kok rasanya ganjil yah. Ada yang aneh. Haha. Entahlah, mungkin karena saya belum bisa melupakan laki-laki yang pernah membuat saya patah hati.

“Jika cinta dia, jujurlah padaku”

Can I get a help
Just a little help
A help that so little that You actually can give just in a second

I’m not asking You to give a huge help
I’m not asking You to make me millionare
I’m not

I’m just asking You a little help
But You keep making me mad
You keep making me frustrated

Can I get a help? Just a little help??
I’m not asking You to make me millionare
I’m asking You only for a very little help.

What makes a wedding perfect

I realize there’s no way to make my special day become perfect, because it never meant to be perfect. It’s never about the gown, place, food, even song. It’s about a mother’s tears when the ceremony take place. It’s about father’s permission.

What makes a wedding special is when you’re bursting tears upon your mom and dad’s feet, apologizing for every single mistakes you’ve done, asking permission to become someone’s wife. And I will never have those special moment. 

image