I dont think I’m gonna have Wedding Party!

Siang tadi baru saja membuat rancangan anggaran pernikahan. Man! Mahal banget yah.

Kalau nikah nya di gedung, wedding invitationnya 300 sehingga dana yg dikeluarkan kurang lebih minimal 80 juta. Kalau nikahnya di rumah, wedding invitationnya 600 (soalnya harus ngundang RT sebelah juga) sehingga dana yg dikeluarkan kurang lebih 70 juta.

Fantastic number!

Dan gue pun berpikir, ini gue yg mau nikah knp gue yang repot ya?
Sebetulnya apa sih makna dari wedding party itu? Untuk apa ada wedding party?

Selama gue dateng ke wedding party, ritualnya gitu2 aja. Dateng, kasih angpau atau kado, kasih selamat ke mempelai, ngabisin buffet, pamit, pulang. That’s it! Ya kalau yang kita dtgin partynya itu orgnya cukup dekat, bisalah kita say Hi dulu di ruang dandannya. Tapi kalau ga terlalu kenal ya sudah. Begitu2 aja.

Such a wasted of money ga sih ngeluarin uang hampir 100 juta hanya untuk ritual sederhana begitu?

Setau gue, dulu itu knp harus ada wedding party ya supaya org2 tau kalau si mempelai ini udah menikah. Jadi kalau tinggal bareng ga digrebek deh. Trus kalau hamil ga dibilangin hamil di luar nikah.
Kalau esensinya se simpel itu, gampang dong. Tinggal aja gitu buat pemberitahuan lewat fb twitter path or whatever it is “Hey! I’m married with si Anu loh. Jadi jangan grebek kita ya kalau kita lagi mojok!” Atau bisa as simple ganti status relationship di fb menjadi Married with xxxx.

Tapi kan enggak begitu.

Wedding party ini udah jadi semacam gengsi gitu. Inget party nya sih anaknya Bakrie yang katanya uangnya abis Milyaran?

Tapi once again, untuk apa sih kita adain wedding party? Wedding party itu seharusnya bagaimana? To be honest, gue sih ga rela ngeluarin uang hampir 100 juta cuma buat acara sehari aja. Better gue beli rumah deh!

Jadi inget satu episode di Sex And The City dimana Miranda akhirnya settled down sama pacarnya. Dia menikah di satu taman. Ga ada pesta, cuma pemberkatan dari pendetanya. Orang2 yang dateng juga cuma org2 terdekat mereka aja. Sederhana dan personal banget.

Nah, mungkin gak sih gue cuma ngadain wedding party di KUA aja? Cuma dinikahkan sama ustadz di depan para saksi. Terus makan2 bentar. Asal jangan dianggap hamil di luar nikah aja.

It’s not only about the budget, but it also about the objective, the essential.
We should not waste our money for something less meaningful.

Love. @seritaro_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s